Warga Tanjung Gusta Keluhkan Imbas Pembangunan Jalan Tol Medan-Binja

  • Post By editor, 15 Nov 2017 - 12:04:43 wib

Medan,-Pembangunan jalan tol Medan-Binjai telah rampung dikerjakan. Bahkan Oktober lalu, tol ini sudah dioperasionalkan. Namun imbas dari pembangunan itu mengakibatkan warga di seputaran kawasan tol malah menderita.

Pasalnya, jalan menjadi rusak akibat lalu lalang dump truk yang mengangkut bahan material untuk pembangunan tersebut. Tak hanya itu, jalanan pun tergenang karena saluran drainase rusak.

Permasalahan ini disampaikan beberapa warga pada reses ke III Anggota DPRD Kota Medan, Drs Herry Zulkarnaen Hutajulu Msi yang digelar di Kantor Lurah Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, Selasa (14/11/2017).

"Pembangunan tol sudah selesai, tapi kondisi jalan jadi hancur karena lalu lalang dump truk bermuatan berat. Dan sampai sekarang, jalan rusak itu dibiarkan, belum diaspal juga,"ungkap Alex, warga Jalan Kelambir.

Herannya, lanjut Alex, di kawasan Kabupaten Deliserdang yang terkena pembangunan tol, kondisi jalannya sudah bagus karena langsung diperbaiki.

"Padahal ini wilayahnya perbatasan Medan-Deliserdang. Tapi di Medan jalannya belum diperbaiki, sedangkan Deliserdang sudah bagus," kata Alex seraya heran kinerja Pemko Medan lamban menangani infrastruktur, termasuk mengatasi banjir yang seolah jalan di tempat, tak ada kemajuan.

"Parit dibongkar, lalu dikeruk trus dibeton. Trus parit dibongkar lagi, dikeruk lagi, diaspal lagi. Kekgitu seterusnya. Apa gak ada solusi pemerintah mengatasi banjir sampek harus itu-itu aja yang dikerjakan,"kritiknya.

Permasalahan sama juga diutarakan Siti Hasanah, warga Lingkungan II, Tanjung Gusta. "Kami bayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) setiap tahun, tapi infrastruktur di daerah kami tak diperhatikan. Parit kami sampai sekarang masih tanah, tolong bapak dewan salurkan aspirasi kami. Kapan parit kami dibeton? Setiap kali hujan, kami kebanjiran,"keluh wanita berhijab ini.

Selain mengeluhkan banjir, warga juga menyoalkan lampu jalan rusak, sulitnya mengurus Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) serta maraknya warnet yang beroperasi hingga subuh.

Didampingi Lurah Tanjung Gusta, P Harahap, Herry memaparkan akan menyampaikan aspirasi warga pada Pemko Medan.

"Saya akui, sistem penganggaran Pemko Medan sudah salah. Parit dikorek, lalu diaspal. Trus dibongkar lagi, kekgitu seterusnya. Jadi pembangunan seolah jalan di tempat, sehingga pembangunan didaerah pinggiran tidak tersentuh," kata Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan ini.

Herry mengakui APBD Kota Medan lebih besar dari Deli Serdang, namun untuk pembangunan infrastruktur Medan sudah kalah.

"Kita memang kalah dari Deliserdang untuk pembangunan infrastruktur. Saya selaku dewan hanya bisa melakukan pengawasan, tidak bisa memutuskan. Tapi aspirasi warga akan saya sampaikan dan semoga tahun depan sudah terealisasi,"ujar legislator asal Dapil III yang meliputi Kecamatan Medan Helvetia, Medan Petisah, Medan Baru dan Medan Barat ini.

Menyoal warnet, Herry menghimbau agar warga meminta pada polisi masyarakat (polmas) untuk menertibkan warnet-warnet yang melewati jam tayang. "Masyarakat harus saling peduli untuk menjaga kenyamanan. Lapor pada polisi maupun polmas untuk menertibkan warnet menyalah,"imbaunya.

Sebelumnya, di hari yang sama, Herry juga menggelar reses ke III di Kantor Camat Medan Baru dan melakukan dialog serta tatap muka dengan masyarakat sekitar untuk menampung aspirasi mereka.(dna/mdn)

 

You May Also Like