Aktivitas Seks Tak Akibatkan Serangan Jantung

  • Post By editor, 15 Nov 2017 - 08:10:37 wib

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa henti jantung saat melakukan aktivitas seksual lebih banyak menimpa kaum pria dibanding perempuan.Namun kegiatan seks itu sendiri kemungkinan besar bukanlah penyebab serangan henti jantung itu.

Hanya 34 dari 4.557 henti jantung yang diteliti, terjadi selama atau dalam satu jam setelah hubungan seksual, dan 32 dari 34 itu adalah laki-laki.Sumeet Chugh, dari Cedars-Sinai Heart Institute, mengatakan bahwa penelitiannya merupakan yang pertama dalam mengkaji aktivitas seksual sebagai pemicu potensial serangan jantung.

Hasil penelitiannya ini disampaikan dalam sebuah pertemuan para anggota American Heart Association.Henti jantung terjadi saat fungsi jantung terganggu dan tiba-tiba berhenti berdetak. Hal ini menyebabkan seseorang jatuh pingsan dan berhenti bernapas dan bila tidak ditangani dengan CPR (bantuan memompa jantung), bisa berakibat fatal.

Ini berbeda dengan serangan jantung biasa, yang peristiwanya adalah tersumbatnya aliran darah ke jantung.Diketahui bahwa aktivitas seksual bisa memicu serangan jantung, namun kaitannya dengan terhentinya jantung secara mendadak sebelumnya tidak diketahui.

Fakta-fakta tentang serangan henti (cardiac arrest).

Hampir 90% orang yang mengalami henti jantung tanpa pertolongan dari rumah sakit, meninggal.
Setiap menit tanpa pemberian nafas buatan (CPR) atau defibrilasi mengurangi peluang bertahan seseorang sebesar 10%.
Pertolongan pertama berupa nafas buatan (CPR), yang dilakukan pada menit pertama saat seseorang mengalami henti jantung, bisa membuat orang tersebut bertahan hidup lebih lama.
Selama CPR, Anda harus menekan dada dengan kecepatan 100 sampai 120 penekanan per menit. Mungkin lagu Bees Gees berjudul "Stayin" Alive cocok untuk menggambarkan situasi ini.

Sumber: American Heart Association

Dr Chugh dan rekan-rekannya di California meneliti catatan-catatan rumah sakit tentang kasus-kasus henti jantung pada orang dewasa antara tahun 2002 dan 2015 di Portland, Oregon.

Aktivitas seksual yang terkait dengan henti jantung ini kasusnya kurang dari 1%. Sebagian besar menimpa kaum laki-laki dan lebih cenderung terjadi pada pria-pria setengah baya, orang kulit hitam dan yang memiliki riwayat penyakit kardiovaskular.

Dalam penelitian itu juga ditemukan bahwa pertolongan pertama nafas buatan (CPR) hanya terjadi pada sepertiga kasus, meski ada orang yang berada di dekatnya.

"Temuan ini menyoroti pentingnya upaya lanjutan untuk mendidik masyarakat tentang pentingnya dilakukan nafas buatan CPR oleh pejalan kaki untuk membantu orang yang mengalami serangan jantung, terlepas dari apapun keadaannya." kata Dr Chugh.

Dia mengatakan hal itu menunjukkan perlunya orang yang dididik tentang bagaimana melakukan CPR.Penelitian lain yang disampaikan pada konferensi tersebut menunjukkan bahwa anak-anak berusia enam tahun dapat mempelajarinya.

Setelah serangan jantung atau operasi, yayasan British Heart Foundation menyarankan para pasien agar menunggu empat sampai enam minggu sebelum melanjutkan aktivitas seksual.(dna/bbc)

 

You May Also Like