Lebih dari 3000 Warganet #UninstallTraveloka

  • Post By editor, 15 Nov 2017 - 06:17:37 wib

Panggung media sosial diriuhkan dengan tagar #UninstallTraveloka — buntut kontroversi di Perayaan 90 tahun Kolese Kanisius.Bos Traveloka, Derianto Kusuma, dituding warganet "mendukung walkout Ananda Sukarlan" dan "menyalami Ananda". Pihak Traveloka melalui, Busyra Oryza, membantah sebab menurutnya Derianto tidak hadir menerima penghargaan di acara tersebut.

Pianis Ananda Sukarlan ke luar meninggalkan tempat acara saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan pidatonya pada peringatan 90 tahun Kolese Kanisius Sabtu (11/11).

"Kami bangga salah satu pendiri kami menerima penghargaan dari Alumni Kanisius. Akan tetapi beliau berhalangan hadir karena sedang melakukan perjalanan dinas," ungkap Busyra lewat jawaban tertulis. Dia tidak berkomentar lebih jauh soal dampak tagar tersebut terhadap bisnis Traveloka.

Namun, tagar yang bersandar pada informasi hoaks tersebut tetap bersirkulasi dan duduk di topik utama pembicaraan Twitter.

Sepanjang Selasa siang (14/11) tagar yang intinya mengajak warganet mencopot aplikasi Traveloka digaungkan dan sejauh ini lebih dari tiga ribu pengguna Twitter yang memakai tagar #UnisntallTraveloka dalam kicauan mereka.

Yang ramai berbincang dengan tagar tersebut kebanyakan adalah pengguna yang membela Anies dan sejumlah pengguna yang menilai walkout Ananda Sukarlan sebagai simbol protes "wajar". Ada segelintir pengguna Traveloka yang bersikap netral dan membela supaya situs tersebut dipertahankan.

Derianto dan Ananda Sukarlan merupakan alumni Kanisius yang dalam acara itu menerima penghargaan bersama dengan Franz Magnis Suseno, Irwan Ismaun Soenggono, dan Boenjamin Setiawan.

Sebelumnya Ananda Sukarlan dalam wawancara dengan BBC Indonesia sudah menjelaskan bahwa tindakannya didasari keputusan pribadi dan penerima penghargaan lain tidak terpengaruh. Dia menyebutkan bahwa penghargaan Derianto diwakili oleh ibunya, Franz Magnis pulang lebih awal karena tidak enak badan, dan dua lainnya "santai-santai saja".

Akun @ekowBoy yang memakai tagar #UninstallTraveloka mengritik aksi walkout dengan pernyataan "tidak sudi ngasih makan kaum intoleran".

Dalam Pilkada Jakarta, sebutan "kaum intoleran" lebih sering ditempelkan ke kubu Anies sejak dia menemui Front Pembela Islam - yang dinilai radikal dan intoleran - di markas FPI di Petamburan. Dalam kasus ini, pembela Anies balas menempelkan sebutan tersebut kepada Ananda Sukarlan dan para warganet yang membela aksinya di medsos.

Pengguna lainnya, @AzzamIzzulhaq berkicau dengan tagar yang sama: "Lu WO, gua boikot! Impas! #BoykotTraveloka #DeleteTraveloka #UninstallTraveloka"

Ada lagi netizen lain yang menyamakan tagar yang menyerang Traveloka ini dengan kasus Sari Roti tahun 2016.Saat itu berlangsung aksi 212 dan beredar viral foto pedagang Sari Roti membagi-bagikan roti gratis kepada para demonstran.

Pihak Sari Roti membantah mendukung aksi tersebut, akibatnya sejumlah warganet membuat viral boikot terhadap Sari Roti dengan harapan bisnis roti tersebut terpuruk.Walau sempat menjadi topik utama Twitter, nyatanya boikot di panggung medsos tersebut tidak terlalu berpengaruh.Pasca-keriuhan, sebagian saham Sari Roti justru dibeli oleh kelompok investor dari Amerika Serikat.(dna/bbc)

 

You May Also Like