Trump : Kim Jong-un Pendek dan Gendut

  • Post By editor, 13 Nov 2017 - 08:46:33 wib

Hanoi,-Presiden AS Donald Trump menawarkan diri sebagai penengah di Asia, beberapa saat setelah menghina Kim Jong-un di Twitter.Saat pembukaan pertemuan di Hanoi, kepada Presiden Vietnam Trum, dia mengatakan sanggup membantu menengahi sengketa Laut Cina Selatan yang melibatkan Vietnam dan Cina.'Saya mediator dan arbitrator yang sangat bagus,' ujarnya.

Tawaran ini ia sampaikan sesaat setelah menjuluki Kim Jong-un sebagai 'pendek dan gendut' di Twitter.Cina, Vietnam, Filipina, Taiwan, Malaysia, dan Brunei, saling beradu cepat mengklaim wilayah di Laut Cina Selatan.'Kalau saya bisa membantu memediasi atau menengahi, kabari saja,' kata Trump ke mitranya di Vietnam, Tran Dai Quang.

Di awal-awal pertemuan Hanoi, Trump melontarkan sederet kicauan emosional mengenai adu mulutnya dengan Kim Jong-un dan hubungannya dengan pemimpin Rusia Vladimir Putin.

Pada Sabtu pekan lalu, Korea Utara mencela kunjungan Trump ke Asia dengan sebutan 'kunjungan si penghasut perang' dan kembali menyebut Trump 'orang tua pikun' - sebuah celaan klasik buat orang yang sudah tua.

Trump membalasnya dengan berkicau bahwa Kim 'pendek dan gendut' dan dia juga bilang: 'Ya sudahlah, saya berusaha keras berteman dengan dia - dan mungkin suatu hari itu terjadi!'

Trump juga sempat mengomel di Twitter, lantaran terus-terusan dikritik soal hubungannya dengan Vladimir Putin. Kepada wartawan pekan lalu, Trump mengatakan dia percaya dengan ucapan pemimpin Rusia dan Rusia tidak mencoba mengintervensi pemilu AS, walau sebagian besar kalangan intelijen di AS berpendapat lain.

'Kapankah semua pembenci dan orang bodoh di luar sana sadar bahwa menjalin hubungan yang baik dengan Rusia itu hal yang baik. Bukan hal yang buruk,' tulis Trump.

'Selalu saja ada yang memainkan politik - tidak baik untuk negara kita. Saya ingin memecahkan persoalan Korea Utara, Suriah, Ukraina, terorisme, dan Rusia bisa sangat membantu! imbuh dia.

Setelah itu dia memberikan klarifikasi, setelah muncul kritik sengit, bahwa dia mendukung kesimpulan yang diambil agen intelijen AS. 'Tentang apakah benar saya percaya atau tidak, saya mendukung agen kita. Saya perjaya dengan ... agen intelijen kita,' ujarnya.

'Soal keyakinan dia, itu yang dia yakini,' imbuh dia tentang keyakinan Putin bahwa Rusia tidak mencampuri pemilu AS.

Ditanya dalam konferensi pers di Vietnam tentang apakah dia membayangkan bisa berteman dengan Kim, Trump mengatakan: 'Mungkin kejadian seperti itu aneh sekali, tapi mungkin.'

'Kalau itu terjadi, saya bisa katakan dampaknya baik buat Korea Utara, juga buat banyak tempat serta baik untuk dunia.'

'Hal itu mungkin terjadi. Saya tidak tahu apakah akan benar terjadi, tapi kalau benar akan sangat-sangat baik.'

Kunjungan Trump ke lima negara Asia diwarnai protes. Di Vietnam, Mai Khoi seorang penyanyi dan oposisi mengatakan polisi menahannya di rumah dan mengancam akan diusir setelah ia mengabaikan larangan protes.

Khoi yang dilarang duduk di parlemen tahun lalu mengatakan, dia dikawal ke rumah setelah membawa atribut demonstrasi yang menghina presiden saat iring-iringan melintas.Dia mengatakan, dia protes terhadap sikap Donald Trump terhadap perempuan dan batalnya pertemuan dengan aktivis hak asasi di Vietnam.

Trump akan melanjutkan kunjungannya ke negara Asia lainnya pada hari Minggu, sebelum akhirnya menyelesaikan lawatan Asia dan kembali ke Amerika Serikat.(dna/bbc)

 

You May Also Like