Sepelekan Virus Flu Burung, Ini Ungkapan Kekecewaan Warga Beringin Terhadap Dinas Pertanian DS

  • Post By editor01, 06 Agust 2015 - 21:27:00 wib

DELI SERDANG I DNA - Penanganan virus flu buring yang seyogyanya harus ekstra hati-hati dansigap, karena dengan cepat dapat merenggut nyawa manusia yang terkontaminasi dengan unggas yang terjangkit, justru terkesab disepelekan oleh pihak Dinas Pertanian Pemkab deliserdang.

Hal itu diungkapkan Idris (47) warga Beringin, yang merasakan langsung dampak virus flu burung ini. Menurutnya, ayam ternak miliknya sudah banyk yang mati akibat virus tersebut. Begitu pula halnya dengan burung puyuh yang merupakan hewan ternak warga Desa Karang Anyer yang sudah puluhan ribu mati akibat virus tersebut pada awal bulan lalu. Namun, sayangnya pihak Dinas Pertanian Pemkab Deliserdang baru mengumumkan kematian unggas di Beringin positif akibat virus flu burung beberapa hari ini.

"Yang herannya kok bisa Dinas Pertanian menganggap sepele virus ini? Ini viruskan mematikan, ingat gak pada awal-awal hebohnua kasus flu burung ini, sampai-sampai penanganannya harus hati-hati, karena bisa menyebabkan kematian bagi manusia yang terkontaminasi dengan unggas yang mati. Tapi kok, sekarang dianggap sepele? Kami warga yang gak tau kalau penyebab kematian unggas ini karena virus flu burung tentu saja menanganinya gak khusus, karena selama ini gak ada pernyataan soal virua apa. Sempat gara-gara keteledoran pemerintah lantas ada yang meninggal dunia macam mana?"tandas Idris.

Terkait keterlambatan pengumuman ini juga dibenarkan Kades Karang Anyer Sugeng. Menurutnya,  hasil laboratorium yang menyebutkan bahwasanya kematian puluhan ribu ekor burung puyuh warga Desa Karang Anyar Kecamatan Beringin adalah karena virus flu burung. Meski hasil lab dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi sudah keluar sejak 27 Juli lalu namun informasi ini baru diketahui warga pada Selasa (4/8/2015).

Sugeng yang juga mengalami kerugian puluhan juta rupiah karena ribuan ekor burung puyuh miliknya juga bermatian."Saya itu tahunya flu burung dari pak Camatlah hari Selasa kemarin. Saya ditelepon saat itu karena punya saya sendiri ada 4500 ekor yang mati. Sekarang sudah habis semualah dikandang gak ada lagi. Kalau kerugian ya puluhan jutalah sudah. Gak tahu juga kalau sebenarnya udah lama hasil labnya itu udah keluar,"ujar Sugeng, Kamis (6/8/2015). (sya I ds)

 

You May Also Like