Inilah Perempuan Yang Menjadi Penjahit Baju Antariksa NASA

  • Post By editor, 10 Nov 2017 - 06:22:23 wib

Tanpa para penjahit, banyak misi NASA -badan ruang angkasa Amerika Serikat- tidak akan pernah lepas landas dari Bumi.Dari pesawat ruang angkasa Apollo hingga wacana kelana Mars, sejumlah perempuan bekerja di belakang layar menjahit komponen-komponen vital bagi penerbangan ruang angkasa.

Salah satunya adalah Lien Pham, sang "penjahit ke ruang angkasa", yang bekerja di Laboratorium Jet Propulsion bagian "toko pelindung" untuk menciptakan lapisan penghangat, yang amat penting dalam setiap penerbangan ruang angkasa.

Mungkin tidak terdengar mewah seperti penjahit-penjahit terkenal, namun Lien sebenarnya mengerjakan bahan-bahan untuk adibusana atau couture.Misi ruang angkasa Cassini -proyek pertamanya di NASA- terbang ke Saturnus dengan lapisan emas dengan daya tahan untuk perjalanannya selama 19 tahun.

Dan jangan kaget jika sepatu Anda punya persamaan dengan pesawat ruang angkasa karena lapisan penghangatnya dibuat di mesin jahit yang digunakan dalam industri sepatu, namun sepatu itu ditempelkan ke pesawat ruang angkasa agar tidak lepas saat peluncurannya.

Lien yang lahir dan besar di Vietnam "tidak pernah bermimpi" akan bekerja di NASA, dan yang paling tidak diduga lagi adalah menjahit untuk badan ruang angkasa itu.

Ketika keluarganya mengungsi ke Amerika Serikat akhir 1970-an setelah jatuhnya Saigon yang mengakhiri perang Vietnam, dia perlu mendapat penghasilan untuk membantu keenam saudaranya.

Keluarganya membeli dua mesin jahit dan mulai menjual pakaian dari rumah dengan menjahitnya pada malam hari."Kami membuat gaun, atasan, kaus dan hal-hal lainnya. Kami mendapat bayaran sekitar 50 sen (sekitar Rp6.500 dengan kurs dolar saat ini) untuk satu pakaian," jelasnya kepada program tahunan BBC, 100 Women.

Belakangan dia bekerja di perusahaan pakaian dalam pada siang hari dan sekali seminggu ikut kelas teknik elektro. Pada masa itu, kursus-kursus tekonologi sedang menjamur di California dan NASA sedang merekrut orang baru.

Teman Lien menyarankan agar dia mengajukan lamaran ke Laboratorium Jet Propulsion dan tahun 1994 dia pun mulai bekerja di NASA dalam tim pengabelan untuk misi Cassini ke Saturnus.

Tugas yang menjelimet itu membutuhkan ketelitian tinggi: menghubungkan semua instrumen teknologi yang terpisah-pisah di dalam pesawat ruang ke satu pusat aliran listrik.

"Sama seperti di pabrik pakaian hampir semuanya perempuan... pengabelan dilakukan oleh sebagian besar perempuan karena kami amat baik dengan tangan kami," jelasnya.

Dia juga bekerja di tim lapisan penghangat -juga disebut "toko pelindung"- yang merupakan sekelompok kecil yang sebagian besar adalah perempuan yang menjahit lebih dari 20 lapisan terpisah dan beberapa amat tipis, sampai sekitar 1/1.000 inci (cat. 1 inci= 2,54 cm).

Setiap lapisan dibuat polanya, diukur, dan dipasangkan -sama seperti membuat setelan terbaik."Semuanya diukur khusus, semuanya dengan tangan," jelas Lien.

Ada alasan NASA untuk mempekerjakan perempuan dengan pengalaman menjahit. Ketika para insinyur tidak tahu bagaimana bekerja dengan Teflon -bahan yang tidak lengket yang dijadikan lapisan dalam wajan penggorengan- mereka betul-betul menyerah.

Lien menyarankan agar ujung-ujungnya dilipat dan kemudian dijahit menjadi kelim seperti di baju, sama dengan yang dikerjakannya saat membuat baju di rumah.

Dan berhasil.

Lien hanyalah satu dari barisan perempuan dengan keterampilan kerajinan tangan yang perannya vital bagi NASA.Dalam program Apollo -yang menerbangkan manusia ke bulan, para karyawan di perusahaan kontraktor Raytheon dipekerjakan untuk "menenun" perangkat lunak ke pesawat ruang angkasa tersebut.

Para karyawan yang dijuluki "para perempuan kecil tua" itu sebenarnya banyak yang merupakan perempuan muda. Mereka menyusupkan kabel tembaga ke putaran magnet kecil untuk menciptakan kode program 1 dan 0.

Pekerjaan itu memerlukan ketepatan yang amat tinggi dan membutuhkan waktu yang panjang namun tidak diketahui dunia luar.Hal yang hampir sama adalah menggunakan teknik penjahitan yang dipelopori oleh merek pakaian dalam Playtex untuk menciptakan pakaian ruang angkasa bagi misi Apollo.

Bekerja dengan tingkat ketelitian yang amat tinggi -yang sebelumnya tidak pernah ada- hingga larut malam dengan berbagai inovasi, para penjahit memungkinkan penerbangan manusia ke ruang angkasa.

Banyak tokoh-tokoh yang tersembunyi dalam fasilitas ruang angkasa NASA dan banyak kisah mereka yang tak terungkap.Bagaimanapun bagi Lien, pekerjaan itu adalah wujud mimpinya.

"Saya melihat ke ruang angkasa waktu masih kecil dan berpikir akan menyenangkan untuk menyentuh salah satu bintang-bintang. Namun ketika saya datang ke sini saya harus membuat sesuatu yang pergi ke sana."Tidak pernah saya bayangkan saya akan melakukan itu."(dna/bbc)

 

You May Also Like