Warganya Menangis Ngadu di DPRD Medan, Anggota Dewan 'Pelesiran'

  • Post By editor, 06 Agust 2015 - 14:10:00 wib

EDAN | DNA - Irwansyah bersama istri Habsah dan 3 orang anaknya masih kecil terisak isak menangis di kantor DPRD Medan, Kamis (6/8/2015). Pasalnya. saat keluarga ini mengadu ke Komisi A DPRD Medan terkait kasus penganiayaan dan pengrusakan rumah yang menimpa mereka, tak ada anggota dewan yang menerimanya. Namun, satu jam berikutnya, salah seorang anggota dewan baru muncul.
 
Menurut informasi yang didapat wartawan, para anggota DPRD Medan sedang pelesiran ke luar kota dengan dalih kunjungan kerja. Seperti sejumlah anggota dewan yang tergabung dalam Badan Musyawarah (banmus) sedang berada di Jakarta. Sedangkan  Komisi C kunker ke Bukit Tinggi dan anggota dewan lainnya berdalih bintek.
 
Tak heran, gedung DPRD Medan yang baru selesai dibangun seharga Rp 90 miliar ini, kerap kosong kegiatan. Anggota dewan lebih memilih membuat jadwal ke luar daerah sehingga patut dipertanyakan manfaat maupun kebenarannya.
 
Warga yang mengadu Irwansyah Rajab beralamat di Jl Platina Raya No 108, Kelurahan Titi Papan, Kec Medan Deli mengaku, kedatangan mereka ke DPRD Medan ingin meminta fasilitasi perlidungan keamanan terhadap keluarganya yang terus diteror oknum tak bertanggungjawab.
 
Menurut Irwansyah, pada 1 Agustus lalu, sekelompok orang yang diduga suruhan oknum tertentu mendatangi rumahnya. Pada saat itu, beberapa oknum tadi mendombrak pintu rumahnya sekaligus melakukan pengrusakan serta mengusir mereka. Bahkan, Irwansyah mengaku dianiaya hingga pingsan oleh oknum tadi seraya menunjuknunjukkan senjata api (senpi).
 
Hingga saat ini kata Irwansyah didampingi istrinya Habsah, mereka selalu diteror dan dipaksa segera hengkang dari rumah warisan orang tuanya itu.  Untuk itu lah kata Irwansyah mereka datang mengadu ke wakil rakyat agar dapat memfasilitasi jaminan keamanan dari pihak Kepolisian.
 
“Kami tak berani pulang, biar kami nginap di kantor dewan ini, sebelum ada jaminan keamanan. Kasihan anak anak masih kecil, trauma bapaknya diancam tembak,” urai  Habsah dengan berurai air mata.
 
Masih menurut penjelasan Irwansyah, adapun kronologis kejadian tersebut yakni ada oknum yang mengaku telah membeli rumah orang tuanya sejak Tahun 2010. Namun, Irwansyah mengaku selaku anak sah orang tuanya yang sudah meninggal tidak mengetahui persis penjualan rumah dimaksud.
 
Maka dengan itu, Irwansayah berusaha menempuh jalur hukum dan berharap pengaduan terkait penganiayaan dan pengrusakan ke Polsek Medan Labuhan supaya segera ditindaklanjuti.(dna/mdn)

 

You May Also Like