Banjir Hujan dan Rob Kembali Rendam Ribuan Rumah di Medan Utara

  • Post By editor02, 13 Okt 2017 - 15:09:38 wib

BELAWAN - Guyuran hujan seharian menyebabkan ribuan rumah warga di kawasan Medan Utara kota Medan terendam tanpa dapat diatasi sangat meresahkan warga.Banjir hujan sangat dimungkinkan akibat masih buruknya saluran drainase di kawasan empat kecamatan ini yakni di Medan deli, Medan Labuhan. Medan marelan dan Medan Belawan.

Ironisnya lagi tak hanya banjir hujan dialami warga, melainkan akibat banjir genangan air pasang laut (Rob) yang jelang sore hari datang menyerang pemukiman warga khususnya di kawasan Belawan.

Sesuai penelusuran media online ini hingga Jumat siang hingga sore ini (13/10/2017) sejak pukul 14.00 Wib ribuan rumah warga kawasan Medan Utara yakni Belawan, Marelan dan Pekan Labuhan terendam genangan banjir.

Genangan banjir masih terlihat di sejumlah kawasan pemukiman di jalan Syahbuddin Yatim Pekan Labuhan, jalan Ilyas Kelurahan Sei mati, jalan Asam Kelurahan martubung, jalan KL.Yosudarso Simpangkantor, jalan Tangkahan Pasar 7, jalan Rawe, jalan Bhakti ABRI Kelurahan Besar, jalan raja lama Pekan Labuhan, jalan YP Hijau Gang Al Ikhwan Lingkungan 11 dan Lingkungan 9 Kelurahan Labuhan Deli Marelan, jalan Manggan Kelurahan Mabar kecamatan Medan Deli, jalan Selebes Kelurahan Belawan II serta jalan lainnya masih terendam.

H.Irfan Hamidi dalam komentarnya di media sosial FB mengatakan, Kepada DPRD Kota Medan dan Wali Kota Medan Sudah 18 Tahun Belawan II ini kalau Hujan dan Air Pasang datang terendam sampai ke Kantor Camatnya.

Ia mempertanyakan sampai menunggu berapa periode lagi kalian agar kehidupan masyarakat ini bisa nyaman hanya dari Banjir saja, Padahal kalau punya keinginan saja Pemko ini Untuk membangun Drainase ya.. Paling Mudah, di sebelah Timur Belawan ll ada Dataran Rendah namanya Paloh hanya berjarak 40 Meter saja dari Titik Banjir dan di sebelah Baratnya Laut Besar 200 Meter dari Titik Banjir, Untuk Membangun Drainase ini Kuncinya hanya antara Mau atau Tidak Mau.ujar ketua IMAMMU tersebut.


Begitu juga laporan dari salah seorang warga di kawasan jalan Tangkahan Martubung dan Kelurahan Besar bernama K.Saragih menginformasikan melalui media online ini bahwa banjir terparah ada di Kelurahan Tangkahan Kecamatan Medan Labuhan, yakni di Komplek Yuka Martubung lingkungan 8, Komplek Taman Deli lingkungan 2 Tangkahan Martubung.

Banjir disini akibat aliran air Kanal dari kawasan Industri Medan (KIM) yang terlalu tinggi, kalau hanya air hujan saja bang... engak mungkinlah terus banjir tangkahan ini.Keluh warga.

Menurut warga dulu pada Rabu 16 November 2016 lalu, warga tergabung dalam Forum Anti Limbah dan Banjir Tangkahan pernah berunjuraksa ke kantor KIM, warga meminta pada pihak KIM agar jangan lagi buang air dan limbahnya ke parit masyarakat tangkahan.

Waktu itu warga sempat mengancam akan menutup saluran air dari KIM, apabila masih mengalirkan airnya ke parit masyarakat tangkahan. seiring dengan bergulirnya waktu Tapi kini kenapa Forum Anti Limbah dan Banjir Tangkahan sekarang tidak protes lagi ke KIM padahal pemukiman warga Tangkahan masih saja banjir akibat air kiriman dari KIM hingga detik ini.keluh warga korban banjir di kawasan Tangkahan dan jalan Rawe Kelurahan Besar Martubung tersebut.( Guz/Lbh).

 

You May Also Like