Jolie dan Gwyneth Paltrow Korban Pelecehan Harvey Weinstein

  • Post By editor, 12 Okt 2017 - 07:29:38 wib

Los Angeles,-Angelina Jolie dan Gwyneth Paltrow adalah beberapa aktris yang mengatakan bahwa mereka adalah korban pelecehan seksual produser Harvey Weinstein.Keduanya mengatakan bahwa insiden itu terjadi pada awal karier mereka.

Mereka menambah daftar perempuan yang menuduh Weinstein telah melakukan penyerangan seksual. Pada Selasa, Weinstein membantah tuduhan pemerkosaan yang dimuat di majalah The New Yorker.Mantan Presiden Barack Obama dan istrinya, Michelle, juga ikut bergabung dengan publik yang marah terhadap Weinstein.

Pernyataan yang dirilis oleh Barack dan Michelle Obama mengatakan bahwa mereka "merasa jijik dengan laporan terbaru soal Harvey Weinstein". Dan mereka juga "merayakan keberanian para perempuan yang tampil (memberikan kesaksian)".

Pada Senin, studio Weinstein, the Weinstein Company, telah memecatnya atas tuduhan-tuduhan tersebut. Selasa lalu, istri Weinstein, perancang Georgina Chapman mengatakan pada majalah People bahwa dia akan meninggalkan suaminya itu.

"Hati saya hancur untuk semua perempuan yang mengalami rasa sakit luar biasa karena tindakan yang tak bisa dimaafkan ini," menurut pernyataan perempuan 41 tahun itu. Dia dan Weinstein, 65, punya dua anak bersama.

Pada Selasa, baik Paltrow dan Jolie mengirimkan pernyataan ke New York Times, yang pertama melaporkan tuduhan pada Weinstein pekan lalu.

Lewat sebuah email, Jolie mengatakan, "Saya punya pengalaman buruk dengan Harvey Weinstein di masa muda saya, dan karena itu, saya memilih untuk tidak pernah lagi bekerja dengan dia dan mengingatkan yang lain jika mereka bekerja bersamanya."

"Perilaku terhadap perempuan ini, di semua bidang, di setiap negara, tidak dapat diterima."

Dalam pernyataan, Paltrow mengatakan bahwa Weinstein, setelah mempekerjakannya untuk peran utama di film Emma, memanggil ke kamar hotelnya, dan Weinstein memegangnya dan memintanya untuk memijat di kamar tidurnya.

"Saya masih anak-anak, saya baru saja dipekerjakan, saya ketakutan," katanya pada koran New York Times.Menurutnya, dia melaporkan hal itu pada pacarnya saat itu, aktor Brad Pitt soal insiden tersebut, dan Pitt mengkonfrontir Weinstein."Saya pikir dia akan memecat saya," katanya.

Laporan terpisah dari New Yorker menyatakan bahwa ada 16 mantan karyawan dan karyawan aktif di perusahaan Weinstein yang mengatakan pada majalah itu bahwa "mereka menyaksikan atau mengetahui adanya tindakan seksual atau sentuhan yang tidak diinginkan dalam acara-acara terkait film-film Weinstein dan tempat kerja itu".

Majalah tersebut mengutip aktris Italia dan sutradara Asia Argento dan Lucia Stoller, kini Lucia Evans - yang mengatakan bahwa dia saat itu tengah merintis kariernya sebagai aktris ketika Weinstein mendekatinya pada 2004. Keduanya mengatakan bahwa mereka dipaksa melakukan hubungan seksual oleh si produser.

Perempuan ketiga yang tak mau disebut namanya mengatakan bahwa Weinstein "memaksakan dirinya pada saya secara seksual".Argento mengatakan bahwa dia tidak pernah mengatakan soal kejadian ini sampai sekarang karena dia khawatir kariernya akan hancur.

"Inilah sebabnya kisah ini - dan dalam kasus saya, ini terjadi 20 tahun lalu, dan sebagian adalah cerita lama - tak pernah terungkap," katanya pada New Yorker.

Tuduhan lain juga datang dari Mira Sorvino, yang menang Oscar pada 1996 untuk perannya di Mighty Aphrodite untuk Miramax, studio yang dikepalai Weinstein saat itu. Dia mengatakan pada majalah itu bahwa Weinstein memaksanya untuk berhubungan.

Aktris Roseanna Arquette juga mengatakan dia menolak Weinstein dan dia yakin itulah sebabnya karier aktingnya terhambat.Juru bicara Weinstein, Sallie Hofmeister, mengeluarkan pernyataan terkait artikel itu, "Tuduhan apapun terkait seks tanpa persetujuan dibantah oleh Tuan Weinstein. Weinstein juga membenarkan bahwa tidak pernah ada tindakan balasan terhadap perempuan yang menolaknya."

"Tuan Weinstein jelas tak bisa mengomentari tuduhan anonim, tapi dengan rasa hormat pada perempuan yang menyampaikan tuduhan tersebut, Tuan Weinstein percaya bahwa semua hubungan tersebut atas dasar suka sama suka. Tuan Weinstein sudah memulai proses konseling, mendengarkan publik dan mencari jalan yang lebih baik."

Hillary Clinton juga mengeluarkan pernyataan bahwa dia "terkejut dan marah" atas terungkapnya kasus-kasus ini soal Weinstein yang menyumbang pada kampanye presidennya 2016 lalu dan merupakan donor besar bagi Partai Demokrat.

Sementara itu perancang Donna Karan dikecam karena membela Harvey Weinstein. Karan mengatakan bahwa perempuan bisa "mengundang pelecehan dengan menampilkan sensualitas dan seksualitas".

Komentarnya tersebut memicu kemarahan di media sosial. Aktris Rose McGowan yang dilaporkan termasuk salah satu korban Weinstein, mengecam pertanyaan tersebut.

"Donna Karan Anda menjijikkan," dia mencuit. "Membantu dan mendukung adalah kejahatan moral. Kamu sampah dengan pakaian mahal."

Karan kemudian mengatakan bahwa komentarnya itu, yang direkam dan diterbitkan oleh Daily Mail, diambil "keluar dari konteksnya".

Dia tengah menghadiri CineFashion Film Awards di Los Angeles saat seorang wartawan di karpet merah menanyakan pendapatnya akan tuduhan terhadap bos Miramax tersebut.

"Saya pikir kita harus melihat diri kita sendiri. Jelas, perlakuan terhadap perempuan di seluruh dunia sesuatu yang harus diidentifikasi. Di Haiti, tempat saya bekerja, di Afrika, di dunia berkembang, sulit bagi perempuan. Dan melihatnya di negara saya sendiri juga sangat sulit, tapi saya juga berpikir bagaimana kita menunjukkan diri kita sendiri? Bagaimana kita tampil sebagai perempuan? Apa yang kita minta? Apakah kita mengundang (pelecehan) dengan semua sensualitas dan seksualitas?"

Meryl Streep dan Judi Dench termasuk beberapa bintang besar Hollywood yang sudah mengecam Harvey Weinstein, namun Karan membelanya."Saya pikir kita tidak hanya melihat dia. Kita melihat dunia yang lebih dalam dari itu. Saya kenal istrinya, saya pikir mereka orang baik, Harvey telah melakukan hal luar biasa."

Banyak pengguna media sosial yang menuntut boikot terhadap merek pakaian Donna Karan - meski Karan tak lagi desainer utama merek tersebut - termasuk aktris dan aktivis Mia Farrow.

"Donna Karan" menjadi salah satu trend Twitter tertinggi dunia, dan digunakan puluhan ribu kali di platform media sosial sejak berita itu muncul.

Aktris Sarah Wynter menyatakan bahwa perancang tersebut telah menghancurkan "peluangnya untuk akan dihormati lagi sebagai pendukung isu-isu perempuan".Karan pun minta maaf lewat sebuah pernyataan.

"Saat menjawab pertanyaan di karpet merah, saya mengeluarkan pernyataan yang sayangnya tidak mewakili apa yang saya rasakan atau yakini. Pernyataan saya diambil kelaur dari konteksnya dan tidak mewakili perasaan saya terhadap situasi di seputar Harvey Weinstein. Saya yakin pelecehan seksual tidak bisa diterima dan ini adalah masalah yang harus diangkat oleh semua orang, terlepas dari pelakunya. Saya minta maaf terhadap semua orang yang saya singgung dan semua orang yang pernah menjadi korban."(dna/bbc)

 

You May Also Like