Inilah Kota dengan 140 Bahasa

  • Post By editor, 10 Okt 2017 - 11:04:11 wib

Pertumbuhan penduduk baru yang mencapai lebih dari 100.000 jiwa per tahun, membuat populasi Toronto terus membesar. Tetapi ledakan penduduk yang terus berlanjut tersebut tidak mengubah karakter kota terbesar di Kanada tersebut.

Toronto sudah lama terkenal sebagai kota yang menyambut multibudaya dan keberagaman (ada lebih dari 140 bahasa digunakan di sini). Kota ini juga melakukan investasi penting di bidang transportasi publik dan teknologi, sehingga kota ini semakin menarik bagi para pendatang baru dan berbakat dari Silicon Valley.

Meskipun begitu, perlu waktu beberapa saat untuk benar-benar mengapresiasi semua yang ditawarkan oleh Toronto, kata salah seorang penduduk.

"Kota ini tidak begitu saja membuka rahasia-rahasianya," kata Alyssa James, penduduk asli Toronto dan seorang blogger perjalanan pada Alyssa Writes. "Saya mencintai Toronto karena Anda harus benar-benar mengenalnya untuk mencintainya."

Di antara rahasia-rahasia tersebut terdapat beragam pantai di halaman belakang kota."Orang-orang tidak mengaitkan Toronto dengan tepi laut atau pantai-pantainya karena kami tidak berada di dekat laut, tetapi kami memiliki danau-danau yang indah." kata Bruce Poon Tip, yang telah tinggal di kota tersebut selama 27 tahun dan pendiri G Adventures.

"Airnya jernih dan di pinggirnya telah dibangun sedemikian rupa sehingga dapat memaksimalkan kualitas hidup."

Pantai-pantai yang berjarak hanya sekitar 10 kilometer di sebelah timur dari pusat kota, juga merupakan tuan rumah dari festival jazz internasional yang diadakan setiap Juli.

Kota ini juga dikenal kaya dengan taman-taman dan jalan-jalan setapak. Sebuah penelitian yang baru-baru ini dilakukan oleh MIT menunjukkan bahwa Toronto menempati urutan keempat di dunia diukur dari teduhnya pepohonan.

"Toronto memberikan keuntungan kota besar, namun dengan kehidupan seperti di kota kecil," kata Poon Tip. "Kota ini bersih, aman dan terjamin. Selain indah, kota ini merupakan pusat dari inovasi dan idealisme. Kota ini juga benar-benar beragam dalam hal kebudayaan, orang-orang-orangnya, dan gagasannya."

Karakter Toronto sebagian besarnya berasal dari sejumlah lingkungan budaya, termasuk Little India (enam kilometer di sebelah timur pusat kota), Little Italy (tiga kilometer di barat), Portugal Village (tiga kilometer barat daya), Greektown (delapan kilometer timur laut), dan Chinatown (dua kilometer barat)—kawasan pecinan terbesar kedua setelah San Francisco.

"Kota ini punya keberagaman yang sangat besar, terutama ketika menyangkut makanan. Kebudayaan apapun yang Anda pikirkan, dapat Anda temukan di kota ini," kata Matt Chong, yang aslinya berasal dari Vancouver dan merupakan pendiri dari Chong Tea Co.

"Dalam satu hari yang sama, saya bisa mendapatkan banh mi Vietnam kelas dunia atau sepiring injera Ethiopia lezat yang dilapisi dengan kitfo."

Kensington Market di sebelah utara Chinatown menjadi favorit di antara penduduk setempat sebagai salah satu wilayah dengan budaya paling beragam dan paling eklektik. Di sana banyak pengusaha lokal dengan suasana seni indie yang kuat.

Queen West dan West Queen West (keduanya berjarak tiga kilometer dari pusat kota) juga menawarkan banyak hal bagi mereka yang kreatif mengingat "banyaknya toko-toko, kedai-kedai kopi, restoran dan bar," kata Chong.

Kedua kawasan itu dijuluki sebagai salah satu dari "lingkungan terasyik di dunia" oleh majalah Vogue lantaran memiliki tempat-tempat seni, label-label mode independen dan museum seni kontemporer.

Sisi timur kota ini bertumbuh dengan cepat, namun masih terjangkau. Di dalamnya Anda bisa menemukan perpaduan rumah-rumah tua dan kondominium khas perkotaan.

Distrik Distillery yang bersejarah (2,5 kilometer di timur pusat kota), Distrik Canary yang berorientasi pada kesehatan (2,7 kilometer di timur), dan Riverdale yang sedang naik daun (4 kilometer timur laut) semuanya merupakan lingkungan favorit di bagian timur bagi keluarga muda.

Kepulauan Toronto, hanya 20 menit menumpang feri dari kota, merupakan tempat favorit di antara penduduk lokal untuk jalan-jalan ringan di musim panas. Ada penyewaan kapal, jalur sepeda gunung, serta pantai-pantai untuk dijelajahi.

"Bahkan ada lokasi di mana para penduduk tinggal di pondok-pondok yang aslinya dibangun khusus untuk tetirah saat musim panas pada masa pergantian abad lalu," kata John Phillips, seorang agen perumahan lokal yang membagi tip-tip lokal dalam situsnya. "Ini merupakan daerah yang mengagumkan untuk dieksplorasi."

Air Terjun Niagara hanya sejauh 128 kilometer di selatan Toronto, tetapi di luar wilayah air terjun itu para penduduk suka mengeksplorasi perkebunan anggur terdekat."Salah satu favorit saya adalah Redstone Winery, yang memiliki restoran dan daftar anggur yang luar biasa," kata Chong.

Prince Edward County (200 kilometer di sebelah timur kota) adalah salah satu wilayah kebun anggur terbaik di Ontario dan sebuah tempat pemberhentian yang unik dalam perjalanan ke Kepulauan Seribu, sebuah daerah yang memiliki hampir 1.800 pulau di St Lawrence River antara Amerika Serikat dan Kanada (260 kilometer dari arah timur Toronto).

Resor ski Blue Mountain (160 kilometer dari utara Toronto) juga merupakan tujuan wisata favorit sepanjang tahun untuk kegiatan ski, Scandinavian Spa dan berbagai kegiatan musim panas seperti berperahu dan bersepeda.

Banyak warga sepakat bahwa biaya hidup di kota ini lebih mahal jika dibandingkan dengan kota-kota lain di Kanada. Namun, mereka juga mengatakan bahwa biaya hidupnya masih lebih terjangkau daripada kota-kota besar di dunia lainnya.

Indeks Biaya Hidup tahun 2017 yang dikeluarkan oleh Economist Intelligence Unit menempatkan Toronto pada peringkat 86 dari 133 kota, di bawah New York, London, dan bahkan Mexico City.

"Bila Anda memperhitungkan mata uang global, seperti pound Inggris, Anda mendapatkan nilai yang sangat bagus - hampir dua banding satu," kata Poon Tip. "Saya punya teman dari Eropa, dari Amerika Serikat, dari Inggris, yang terbang ke sini hanya untuk berbelanja."(dna/bbc)

 

You May Also Like