Pemko Gunungsitoli Gelar Pelatihan Pengelolaan Sampah

  • Post By editor, 05 Agust 2015 - 13:34:00 wib

GUNUNG SITOLI | DNA - Pemerintah Kota Gunungsitoli, melalui Kantor Lingkungan Hidup, melaksanakan kegiatan pelatihan pengelolaan sampah dengan metode 3R, yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle, bertempat di Museum Pusaka Nias pada balai pertemuan Bintang Laut.

Walikota Gunungsitoli Martinus Lase dalam arahannya menyampaikan bahwa selama ini masyarakat memandang sampah sebagai barang sisa yang tidak berguna, dan bukan sebagai sumber daya yang perlu dimanfaatkan.

“Namun paradigma baru memandang sampah sebagai sumber daya yang mempunyai nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan, misalnya sebagai sumber energi, kompos, pupuk ataupun bahan baku industry,” katanya.

Penerapan prinsip 3R dalam rumah tangga dapat dijadikan sebagai salah satu pola kepedulian akan lingkungan. Misalkan Reduce yaitu mengurangi produksi sampah dengan cara pemakian barang atau benda yang tidak terlalu dibutuhkan, Reuse yaitu memanfaatkan kembali benda/barang yang sudah tidak terpakai, dan Recycle yaitu mendaur ulang sampah organik dan anorganik menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Manfaat yang didapat dari metode 3R antara lain mengurangi tumpukan sampah, membantu pengolahan sampah secara dini dan cepat, menghemat biaya pengangkutan sampah ke TPA, mengurangi kebutuhan lahan sebagai tempat TPA dan menyelamatkan lingkungan dari kerusakan dan gangguan.

“Kegiatan pelatihan ini agar kiranya dapat menjadi momentum yang bermanfaat dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian bersama akan lingkungan hidup, serta menambah wawasan dan pengetahuan tentang pengelolaan sampah untuk dapat diterapkan, mulai dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat,” kata Walikota Martinus.

Adapun materi pelatihan, meliputi pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan 3R dengan narasumber dari Badan Lingkungan Hidup Pemprovsu Faisal Abrani Siregar dan praktisi dan penggiat lingkungan dari Bengkel Kreasi Daur Ulang Medan Ainun Saniah yang mendemonstrasikan berbagai macam karya pengelolaan sampah.

Kepala Kantor Lingkungan Hidup Yardius Gea menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menstimulasi dan memotivasi seluruh masyarakat Kota Gunungsitoli dalam menumbuhkembangkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan yang dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara.

Kegiatan ini mendapatkan apresiasi positif dari peserta. Victorius Laoly salah satu guru pendamping yang juga menjabat PKS Sarana dan Prasarana SMKN 1 Gunungsitoli, berpendapat bahwa pengelolaan sampah ini memiliki manfaat yang besar dalam kehidupan sehari-sehari.

“Kita ketahui banyak masyarakat alam kesehariannya membuang sampah sembarangan atau kurang perhatian terhadap pemanfaatannya, melalui pelatihan ini dapat kita berkreasi misalnya membuat tas dari bungkus sabun atau pengharum pakaian, membuat hiasan lampu dan berbagai macam karya lainnya,” kata Victorius.

Kristina Hulu, siswa jurusan Agribisnis dan Holtikultura pada SMKN 1 Gunungsitoli juga berpendapat yang sama  bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat sekali dan membuka pikiran untuk menghasilkan karya dari sampah-sampah tersebut dan kiranya Pemerintah Kota dapat menggiatkan kegiatan ini secara rutin untuk memperluas pengetahuan ini dikalangan masyarakat.

“Sesudah kegiatan ini selesai, saya akan berbagi pengetahuan pengelolaan sampah kepada teman-teman sekolah lainnya,” kata Kristina.

Pelatihan diikuti oleh 92 orang peserta yang terdiri dari perwakilan sekolah SMA/SMK sederajat 2 orang dan guru pendamping 1 orang, selanjutnya peserta dari Tim PKK Kota Gunungsitoli masing-masing 3 orang, perwakilan kecamatan beserta beberapa SKPD terkait antara lain pegawai dari TRPK Kota Gunungsitoli dan Disperindagkop dan UMKM Kota Gunungsitoli.

Turut hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli Edison Ziliwu, Asisten II Genius Larosa, para pimpinan SKPD lingkup Pemerintah Kota Gunungsitoli beserta jajarannya.(dna/inf)

 

You May Also Like