BI : Inflasi LebaranTahun Ini Terkendali

  • Post By editor, 05 Agust 2015 - 13:09:00 wib

MEDAN | DNA - Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa inflasi lebaran tahun ini lebih rendah dan terkendali dibandingkan rata-rata inflasi historis lebaran dalam empat tahun terakhir, maupun perkiraan BI. Dari data BPS, Inflasi IHK pada Juli 2015 tercatat sebesar 0,93% (mtm), atau secara tahunan sebesar 7,26% (yoy).


Beberapa hal yang menopang angka tersebut adalah inflasi harga bahan makanan yang bergejolak (volatile food) yang terjaga dan inflasi inti yang rendah. “Inflasi inti tercatat sebesar 0,34% (mtm) atau 4,86% (yoy), cukup rendah dibandingkan pola historisnya. Hal ini terutama terkait dengan ekspektasi inflasi yang terkendali dan kegiatan ekonomi domestik yang melambat,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Tirta Segara seperti dilansir melalui laman BI.

Di sisi lainnya, inflasi volatile food tercatat sedikit lebih tinggi dari pola historisnya, namun tetap terkendali dengan realisasi sebesar 2,13% (mtm) atau 8,97% (yoy). Tekanan inflasi volatile food terutama disumbang oleh kenaikan harga ikan segar, daging ayam, beras, dan aneka cabai. Sementara itu, bawang merah menyumbang deflasi yang cukup besar, didorong oleh panen yang sedang berlangsung di beberapa sentra produksi. Terjaganya inflasi volatile food juga tidak terlepas dari upaya stabilisasi harga yang dilakukan Pemerintah, baik di pusat maupun di daerah. Ke depan, BI terus mencermati berbagai risiko inflasi ke depannya, antara lain terkait perkembangan nilai tukar, penyesuaian administered prices dan dampak El Nino.

Beberapa waktu yang lalu sebelum memasuki lebaran, Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro juga menyatakan bahwa inflasi selama Bulan Ramadhan dan Lebaran diperkirakan lebih rendah, jika dibandingkan 5 tahun terakhir. “Tapi kalau lihat inflasi Juni, berarti ada indikasi inflasi Bulan Ramadhan, akan jadi inflasi Ramadhan dan lebaran terendah atau kedua terendah, dalam 5 tahun terakhir,” katanya.(dna/kmk)

 

You May Also Like