3 Bandar Narkoba Jaringan Internasional Diringkus, BB 60 Kg Sabu, Uang Rp60 Miliar

  • Post By editor01, 05 Agust 2015 - 07:51:00 wib

MEDAN | DNA - Petugas Sat Res Narkoba Polresta Medan meringkus tiga bandar narkoba jaringan internasional dengan menyita sedikitnya 60 Kg sabu senilai 60 miliar rupiah  dari lokasi berbeda.

"Tersangka I alias IS,35, dan istrinya berinisial ESP,37, penduduk Jalan Diski, KM 12, dan MD,40, penduduk Jalan Brigjen Zein Zamin, Kelurahan Titikuning, Kecamatan Medan Johor, ujar Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto didampingi Kasat Res Narkoba, Kompol Wahyudi dan Wakasat AKP Rosyid Hartanto, Selasa (4/8).

Menurut Mardiaz, dari penangkapan itu, pihaknya menyita barang bukti 6 Kg lebih sabu-sabu yang dikemas dalam enam bungkus plastik, satu timbangan elektrik,‎ telepon genggam, tas berukuran sedang dan satu tas kecil. Jika dinilai, barang bukti tersebut bernilai Rp 6 miliar lebih.

Dijabarkannya, awalnya mereka menerima informasi dari masyarakat menyebutkan I alias IS kerap mengedarkan sabu-sabu. Setelah dilakukan penyelidikan, polisi berpura-pura hendak membeli sabu dalam jumlah banyak pada Senin (3/8) malam.

Setelah saling sepakat harga, tersangka melakukan penggerebekan di rumah pelaku dan didapati sebungkus sabu seberat 1 Kg lebih dari I alias IS. Kemudian saat digeledah ditemukan di kamar ESP satu tas kecil motif bunga-bunga berisi 41 gram sabu.

Saat diinterogasi, bilang Mardiaz, mereka mengaku sebagian sabu sudah dikirim ke MD, penduduk‎ Jalan Brigjen Zein Hamid, Kelurahan Titikuning, Kecamatan Medan Johor, untuk diedarkan.

"Kami segera menuju lokasi dan menangkap tersangka berikut lima bungkus‎ sabu seberat hampir 5 Kg, atau berkisar 4.891 gram dan satu bungkusan kecil berisi 80,28 gram sabu. ‎Sebagian sabu-sabu tersebut sudah berhasil dijual," sebutnya.

Pengakuan MD, kata Mardiaz, sabu-sabu yang didapat di kediamannya diperoleh dari I alias IS dan ESP. Rencananya, sabu tersebut akan diedarkan kepada konsumen di Medan.‎ Namun baru sebagian terjual, sudah ditangkap petugas.

Mantan Kapolres Nias dan Nisel ini memastikan, ketiga tersangka termasuk bandar sabu jaringan internasional. Sebab seluruh sabu-sabu tersebut dipasok dari Malaysia melalui Aceh Timur hingga sampai ke Medan.

Para tersangka, imbuhnya, sudah dua bulan belakangan menjadi bandar sabu-sabu asal Malaysia. Mereka kerap berkomunikasi dengan kurir asal negara tetangga tersebut untuk jalur pendistribusian sabu tersebut.

"Ketiga tersangka, dijarat Pasal 114 Ayat (2) subsider 112 Ayat (2) subsider 132 Ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Pelaku diancam pidana mati, atau penjara seumur hidup dan paling singkat enam tahun penjara," tegasnya.

Sementara itu Kasat Narkoba Kompol Wahyudi. menambahkan, sebelumnya menerima pasokan 6 Kg sabu ini, ‎ketiga tersangka diyakini sudah sempat menerima dan bisa mengedarkannya sampai habis.

"Kami mendapat informasi, sebelumnya mereka menerima 10 Kg sabu dan sudah habis dijual. Begitupun, informasi tersebut akan didalami," tutup mantan Kapolsek Medan Kota ini.

Saat bersamaan, ESP yang diinterogasi Kapolresta mengaku sama sekali tidak mengetahui peredaran sabu tersebut. "Saya tidak tahu pak," katanya sambil merangkul suaminya, I alias IS yang berdiri di‎ sampingnya.

Sedangkan I alias IS membantah sudah dua bulan terakhir menjadi bandar sabu. "Saya bukan bandar, hanya menerima kiriman. Itupun baru sebulan," akunya.

MD juga menegaskan baru kali pertama ingin mengedarkan sabu. "Saya juga baru ini pak," bilangnya. Tak berselang lama, ketiganya digiring memasuki kembali sel tahanan Sat Res Narkoba.(Goes/Mdn).

 

You May Also Like