Inilah Bripka Wahyu, "Polisi Sayur" Asal Marelan

  • Post By editor, 24 Agust 2017 - 19:27:25 wib

Medan,- Masih Ingat kah anda dengan Sosok Bripka Wahyu yang merupakan seorang polisi di Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, yang mendapat julukan "POLISI SAYUR". Dan Bripka Wahyu Mulyawan juga pernah menerima penghargaan dari Kapolri Jenderal Tito Karnavia pada awal Februari tahun ini.

Karena merupakan  Bhabinkamtibmas yang aktif berinteraksi kepada masyarakat. Saat ini usaha yang di miliki Polisi Yang berpangkat Brigadir kepala ini sudah berkembang besar dan bahkan telah memiliki banyak karyawan yang di pekerjakan nya untuk membantunya memasarkan sayur-sayur yang ia tampung.

Dia membantu para petani Marelan untuk mengembangkan pertaniannya. Bahkan Wahyu sempat menggadaikan rumah demi membantu para petani.“Saya sempat gadaikan rumah, hasilnya, istri marah-marah, maklum itu harta kami satu-satunya,” kata Wahyu.

Namun, saat ini, hasil kerja kerasnya itu bukan hanya membuat untung petani binaannya, tetapi membuat dunia pertanian di daerah Marelan bergairah lagi.

Tak heran jika petani di luar binaannya ada juga yang menitipkan sayuran untuk dipasarkan. “Berapa pun banyak sayuran yang didrop, tak pernah kami tolak. Tetap kami pasarkan sesuai harga pasaran,” ujarnya.

Para petani binaannya bisa menjual enam mobil pikap sayuran setiap harinya. Selisih harga jual dengan hasil pertanian Rp1.000 per kilo. “Saya pasti memberi tahu mereka harganya. Jadi, kalau harga barang turun atau naik, petani pun tetap percaya,” ujarnya.

Salah satu petani binaannya, Sumardi mengaku sangat nyaman sejak kehadiran Bripka Wahyu di pasar. Ia selalu mendapatkan bantuan pupuk dan bibit setelah bergabung. “Dulu susah jualnya karena kepanasan, sayuran jadi layu dan harga turun. Sekarang, cukup diantar ke gudang awal bulan ambil keuntungan,” ucapnya.

“sempat redup benar hasil pertanian di mari. saat ini alhamdulillah sudah mulai terus menjadi digeluti para masyarakat, ” tuturnya.

wahyu mengaku, ilham mendirikan persatuan orang dagang kamtibmas ini berawal dari kegelisahannya memandang para petani yang dipermainkan oleh orang dagang bandel. harga sayur mayur sering tidak dihargai setimpal dengan harga pasar oleh pedangang tersebut.
dari usaha yang digelutinya ini, wahyu menuturkan tiap bulannya mereka dapat mendapatkan keuntungan sampai 28 juta rupiah. dia juga mempunyai 4 pegawai yang digaji 700 ribu rupiah masing – masing minggunya.

Bukan hanya membantu petani dan terlibat dalam usaha sayuran, Bripka Wahyu juga membentuk perkumpulan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). “Saya bentuk perkumpulan Kamtibmas demi kenyamanan bersama, anggotanya mulai dari perkumpulan becak, pedagang, ojek, petani sayuran dan petani tambak,” ujarnya.

Tidak sampai di situ, Wahyu juga membina mantan pemakai narkoba. Ia membuat usaha kolam pancing, perpustakaan, dan usaha ojek. Banyaknya kegiatan sosial yang dilakukan membuat dia mendapat penghargaan dari Kapolda Sumut Inspektur Jenderal Rycko Amelza Dahniel dan Kapolri Jenderal Titi Karnavian. “Semuanya saya lakukan bukan untuk mendapatkan penghargaan tersebut, tetapi untuk membantu sesama,” ujar dia.(dna/hps)

 

You May Also Like