Tayang Perdana Film Selembar Itu Berarti Bikin Air Mata Menetes

  • Post By editor01, 31 Jul 2015 - 11:03:00 wib

STABAT | DNA - Penayangan perdana film "Selembar Itu berarti", akhirnya sukses digelar Sansirita Production di Gedung Olah Raga (GOR) Kota Stabat, Kab Langkat, Kamis (30/7/2015). Tak tanggung, lebih kurang 6.000 penonton yang berasal dari tenaga pengajar hadir di acara itu.

Tidak sedikit dari penonton yang tak sadar meneteskan air mata menyaksikan film itu. Mereka terlarut dalam kesedihan atas lakon yang diperankan oleh Putri Dalilah Siagian (12), Raihan F Vanlendiaz (9), Ratu Rizka Apriani (11), Nisa Wafer (18), Cut Indah Rezky (30), Gloria Sinulingga (45), Supartik (62).

Film besutan Dedy Wafer itu bercerita tentang kakak beradik (Putri dan Diaz), yang berjuang keras di tengah keterbatasan ekonomi. Apalagi, di usia yang begitu dini, sang ibu (Indah) menyusul ayah mereka ke liang lahat.

Bupati Langkat H. Ngogesa Sitepu SH melalui Wabup  Sulistianto dalam sambutannya mengatakan, dirinya sangat bangga atas karya anak-anak muda dalam film bertema pendidikan ini. Apalagi, shootingnya sepenuhnya dilakukan di Kabupaten Langkat.

Asisten II Pemkab Langkat, Hermansyah alias Boy yang juga turut hadir mewakili Bupati Langkat mengatakan, dirinya sangat salut dengan penayangan film ini. Apalagi dia ada melihat banyak penonton yang terharu hingga meneteskan air mata.

"Dengan media film seperti ini, Kabupaten Langkat pasti akan menjadi lebih besar. Apalagi kalau filmnya sudah berhasil dan menang di Indonesian Short Film Festival (ISFF) yang sedang berlangsung saat ini," katanya.

Dia juga mengatakan, film ini pasti sangat menginspirasibuat anak-anak sekolah. Walau pun dengan keterbatasan yang ada, mereka tetap semangat untuk menempuh pendidikan," ujar H.Sulis.

Karena merasa salut dengan akting bocah-bocah yang terlibat sebagai pemeran utama itu, sampai-sampai Assisten II Adm. Ekbangsos Hermansyah bertanya, apakah mereka jebolan sanggar seni? "Tidak om, kami belajar sendiri," jawab Putri dengan polos.

Sementara itu, Kadis P&P Langkat, H Sujarno mengaku salut dengan aksi para pemain film. Dia berharap, film ini bisa menginspirasi anak-anak didik dan orang tua, termasuk kaum pengajar, agar benar-benar peduli dengan pendidikan.

Dalam sambutannya, Dedy Wafer, selaku sutradara mengatakan, film ini sebagai salah satu bukti bahwa telenta-talenta di Sumut tidak kalah dengan artis ibukota. Untuk menghimpun bakat-bakat terpendam anak-anak muda di sini, dia bersama tim Sansirita Production secara resmi memperkenalkan sekolah akting pertama di Pulau Sumatera. "Kami mengundang bapak ibu sekalian untuk mendaftarkan anaknya dalam sekolah ini.(nov|lkt)

 

You May Also Like