Gali Capaian PAD DPRK Aceh Barat Daya Kunker ke DPRD Medan

  • Post By editor, 19 Mei 2017 - 22:51:50 wib

Medan,- Minimnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Aceh Barat Daya yang hanya Rp 50 miliar per tahun menjadi alasan rombongan Dewan Perwakikan Rakyat Kabupaten/Kota (DPRK) Aceh Barat Daya berkunjung ke DPRD Kota Medan, Jumat (19/5) untuk mempelajari besarnya PAD Kota Medan.
      
Ketua DPRK Aceh Barat Daya, Zaman Akli mengungkapkan PAD Aceh Barat Daya 2016 hanya Rp 50 milyar. PAD tersebut didominasi dari hasil perkebunan seperti kelapa sawit.
     
Zaman Akli menilai jumlah PAD Aceh Barat Daya itu jauh lebih kecil dibandingkan dengan PAD Kota Medan 2016 yang mencapai Rp 1,4 triliun.
     
"PAD Kota Medan jauh lebih besar dibandingkan dengan PAD Aceh Barat Daya. Makanya, kami Kunker kemari untuk mempelajari besarnya PAD dari Kota Medan," paparnya usai melakukan Kunker di DPRD Kota Medan Jalan Kapten Maulana Lubis Medan Jumat (19/5/2017).
      
Zaman Akli mengaku iri melihat besarnya PAD Kota Medan tersebut. Untuk itu, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk mendorong Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya untuk meningkatkan PAD Aceh Barat Daya tersebut.
     
Tahun ini, Zaman Akli menambahkan Pemkab Aceh Barat Daya menargetkan PAD sebesar Rp 100 miliar."Tahun ini, PADnya ditargetkan naik 100%, berarti naik menjadi Rp 100 milyar. Mudah-mudahan saja target itu bisa tercapai. Sedangkan APBD kami hanya Rp 950 miliar," ujarnya.
     
Di sisi lain, Zaman Akli mengaku kecewa, soalnya kehadiran rombongan anggota DPRK Aceh Barat Daya ke gedung DPRD Kota Medan tidak disambut oleh anggota dewan, melainkan hanya disambut oleh Kepala Sub Bagian Persidangan Sekretariat Dewan, Khairul Siregar.
     
Sayangnya tidak satupun anggota DPRD Kota Medan menyambut rombongan rombongan para anggota DPRK Aceh Barat Daya itu. Soalnya, para anggota DPRD Kota Medan sedang melakukan Bimtek dan Kunker ke luar kota.
     
"Sebetulnya kami memaklumi tidak ada anggota DPRD Medan yang menyambut kami, soalnya jadwal Kunker kami kemari pun tiba-tiba. Tapi kalau ada anggota DPRD Medan yang menjelaskan tentang potensi PAD Medan pasti bisa lebih rinci lagi ketimbang penjelasan dari Kasubag Persidangan," pungkas politisi dari Fraksi Partai Aceh itu.
     
Anggota DPRK Aceh Barat Daya lainnya dari Partai Golkar, Agus Sri mengungkapkan untuk memaksimalkan PAD Aceh Barat Daya, pihaknya akan kembali menjadwalkan Kunker ke DPRD Kota Medan agar bisa konsultasi langsung dengan anggota DPRD Kota Medan terkait potensi PAD Kota Medan.
     
"Tujuan kami kemari untuk mencari tahu potensi-potensi apa saja yang bisa dijadikan PAD di Medan tapi sayang anggota DPRD Medannya tidak ada karena mungkin ada kesibukan lain. Makanya, kami akan menjadwalkan ulang Kunker kemari," paparnya.
     
Kasubag Persidangan DPRD Kota Medan, Khairul Siregar tidak menjelaskan secara rinci potensi-potensi PAD yang ada di Kota Medan. Maklum saja, itu bukan tufoksinya untuk menjelaskan secara detail potensi PAD yang ada di Kota Medan.
     
Diketahui, realisasi PAD Kota Medan 2016 sebesar Rp 4,308 trilyun atau 78,48% dari target yang ditetapkan, Rp 5,49 trilyun."Terima kasih sudah datang kemari. Mohon maaf kami, karena tidak ada anggota dewan yang menyambut. Soalnya, mereka lagi Bimtek. Terkait PAD, Medan kami tak bisa menjelaskan secara rinci," paparnya.(dna/mdn)

 

You May Also Like