Semarak 4 Tahun Lukas Enembe Pimpin Papua

  • Post By editor01, 19 Mei 2017 - 13:59:25 wib

Papua,- Pemerintahan Provinsi Papua menggelar semarak empat tahun kepemimpinan Lukas Enembe dalam memimpin masyarakat papua dalam sebuah pergelaran panggung hiburan.

Pada kegiatan itu menampilkan hiburan musik dan tari-tarian adat yosim pancar dan tarian Papua lainnya.

Suasana bertambah meriah saat Gubernur Papua, Lukas Enembe didampingi Ibu Yulce Enembe, dan Sekda Papua Hery Dosinaen naik ke atas panggung sembari mengajak hadirin untuk terus bergoyang.

Kemeriahan malam itu menutup secara resmi seluruh rangkaian kegiatan empat tahun kepemimpinan Gubernur, Lukas Enembe bersama Wakil Gubernur, Klemen Tinal.

Pada 9 April 2017, pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua periode 2013-2018 Lukas Enembe-Klemen Tinal (Lukmen) genap empat tahun mimimpin Bumi Cenderawasih, Provinsi Papua.

Dalam masa kepemimpinannya, banyak kalangan, mengaku ada perubahan signifikan sejak 9 April 2013 ketika pasangan Lukmen mulai bersanding dan memimpin Papua.

Perubahan-perubahan tersebut juga terdata di Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua yang menyebutkan dalam kurun waktu 2010 -2014, Papua berhasil meningkatkan capaian pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 4,22 persen yang menempatkannya pada urutan delapan dari 33 provinsi dalam melakukan akselerasi pertumbuhan IPM.

Menurut Gubernur Papua Lukas Enembe, sejak dilantik ia meletakkan dasar bagi suatu sistem yang kokoh untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Papua.

Caranya melalui pelayanan kesehatan dan pendidikan yang berkualitas, tersedia dan terjangkau oleh semua pihak. "Ada tiga fase yang dilalui dalam perjalanan empat tahun pengabdian kami. Fase kebangkitan pada tahun pertama kepemimpinan Lukmen," katanya,

Fase pertama yakni kebangkitan di tahun pertama kepemimpinan dengan tema membangun pondasi dan menata masa depan Papua melalui beberapa terobosan seperti konsolidasi internal dan eksternal pemerintah, rekonsiliasi dan menata tata kelola pemerintahan.

Kemudian, fase kebangkitan kedua di tahun kedua dan ketiga kepemimpinan dengan tema memperkuat kemandirian mewujudkan kesejahteraan.

Dimana tahap ini menjadi tonggak awal bagi pelaksanaan rencana-rencana pembangunan yang terstruktur dan sistematis menuju Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera. 

Pada fase ini juga telah dilakukan berbagai strategi dan prioritas pelaksanaan pembangunan untuk mewujudkan harapan seluruh rakyat Papua.

Selanjutnya, di tahun ke empat disebut dengan tahap mewujudkan kemandirian, dengan tema memantapkan kemandirian, mewujudkan kesejahteraan. 

Bahkan Lukas menyebutkan tahun keempat ini untuk memastikan rencana-rencana yang dilaksanakan, telah mengarah pada mewujudkan kebangkitan dan kemandirian.

Menurut mantan Bupati Puncak Jaya ini, hasil dari ketiga fase pembangunan sampai dengan tahun keempat melalui Gerakan Bangkit, Mandiri dan Sejahtera yakni semakin meningkatnya suasana aman, tenteram dan nyaman bagi seluruh masyarakat Papua dalam bingkai NKRI. "Misalnya saja angka kriminalitas pada 2016 mencapai 38,19 per 10 ribu penduduk, mengalami penurunan bila dibandingkan 2013 yang masih mencapai 47,92 per 10 ribu penduduk,"ujarnya.

Perjuangkan Martabat Orang Papua
Kinerja gemilang dalam empat tahun kepemimpinan putra asli Pegunungan Papua ini nampak dalam berbagai setor. Mulai dari pembangunan infrastruktur, kesehaan, pendidikan dan lainnya di Tanah Papua.

Sekda Provinsi Papua, Hery Dosinaen mengatakan, Gubernur Papua dalam kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Klemen Tinal memiliki program unggulan. "Sejak beliau dilantik, saat itu beliau telah menggencarkan berbagai program unggulan, antaranya adalah kebijakan fiskal daerah dalam mengemban Dana Otsus yang sejak bergulir di tanah Papua 2002 lalu. Dan ini terus dilakukan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, melaksanakan mandat pemerintah pusat untuk mensejahterakan orang Papua,"kata Dosinaen.

Lanjutnya, dana otonomi khusus Papua dibagi menjadi dua bagian.(dnaIrel)

 

You May Also Like