4 Tahun Pimpin Papua, Lukas Terima Berbagai Penghargaan

  • Post By editor01, 08 Mei 2017 - 22:38:07 wib

Papua,- Tahun 2017 ini adalah tahun ke 4 dari masa Pemerintahan Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe, S.IP, MH, pencapaian prestasi yang diraih selama kepemimpinannya, diantaranya, pertama, menerima Penghargaan Penanganan Daerah Terisolir Dari Kemendagri.

Kementerian Dalam Negeri RI memberikan penghargaan Penanganan Daerah Terisolir di Daerah Otonomi Khusus 2017 kepada Gubernur Papua, Lukas Enembe, yang dinilai berhasil menangani daerah terisolir di bumi Cenderawasih.

Ini merupakan penghargaan atas pencapaian pembangunan yang kesekian kalinya diterima Gubernur Lukas, selama kurang lebih 4 tahun kepemimpinannya.


Penghargaan tematik otonomi daerah ini, diberikan kepada provinsi maupun kabupaten/kota yang menunjukan hasil karya tertinggi pelaksanaan Pembangunan Lima Tahun dalam rangka meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat. Pemberian award ini diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri, Sonny Sumarsono mewakili Menteri Dalam Negeri yang diterima oleh Kepala Kantor Badan Penghubung Provinsi Papua di Jakarta, Alex Kapisa mewakili Gubernur Papua, di Jakarta.

Bentuk Apresiasi Dirjen Otda Kemendagri RI, Sonny Sumarsono dalam sambutannya menyampaikan, penghargaan ini diberikan kepada daerah yang mampu mengimplementasikan Otonomi Daerah dengan baik, dimana daerah telah mampu menjalankan Otda dengan baik. "Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada daerah yang mampu mengimplementasikan Otonomi Daerah dengan baik, kami harapkan agar semangat Otda ini hendaknya menjadi komitmen dalam pelayanan publik dalam konteks penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan di daerah masing-masing,"ucap Sonny.

Menurutnya, apa yang ditunjukan oleh provinsi,kabupaten/kota, tidak terlepas dari kerja keras yang dilaksanakan provinsi maupun kabupaten/kota.

Dimana pencapaian ini merupakan gambaran kinerja keberhasilan secara nasional.Dengan gamblang Sumarso juga memuji sejumlah daerag Otonomi Khusus lainnya seperti DI Yogyakarta dan Nanggroe Aceh Darusalam. "Kalau Papua bisa, Yogyakarta bisa, Aceh bisa kenapa daerah lain tidak bisa, ini cerminan buat Indonesia,"ujarnya.

Otonomi Award ini diharapkan menjadi motivasi bagi daerah untuk bagaimana bisa meningkatkan kinerja pelayanan, terutama dalam mengimplementasikan Otda dengan baik.”Harus ada komitmen yang kuat untuk bagaimana meningkatkan kinerja pelayanan,”tegasnya.

Berikutnya, yang kedua, meraih penghargaan Anugerah Kerukunan Umat Beragama dari Menteri Agama RI. 

Anugerah ini diberikan tidak terlepas dari keberhasilan Kepemimpinan Lukas Enembe dalam menjaga persatuan umat beragama di Provinsi Papua serta menciptakan kondisi kehidupan beragama masyarakat yang harmonis dan sejuk di Provinsi Papua.

Kemudian yang ketiga meraih penghargaan oleh majalah Sindo Weekly sebagai Kepala Daerah Inspiratif 2017. 

Dalam acara Sindo Weekly Government Award (SWGA) 2017 yang dihadiri Ditjend Otda Kemendagri RI dan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Eko Puto Sandjojo.

Keempat, membangun Gedung Negara Pemerintah Provinsi Papua yang juga sebagai Istana Presiden RI di Jayapura. Dimana keberadaan gedung ini sebagai Ikon baru Pemerintah Provinsi Papua.

Kelima, prestasinya dalam bidang olahraga dalam memperjuangkan Provinsi Papua sebagai penyelenggara PON XX tahun 2020. 
PON XX ini sebagai momentum kebangkitan Olahraga Papua khususnya dan Indonesia umumnya, untuk bisa melahirkan atlit-atlit berprestasi yang bisa bertanding di ajang Asian Games, SEAGames maupun Olimpiade.

Keenam, membangun Jembatan HOLTEKAMP sebagai Ikon baru di Provinsi Papua.

Terakhir atau yang ketujuh dalam bidang sosial dan budaya, Gubernur Papua ini diberi gelar datuk oleh Masyarakat Suku Kutiayia, Lintau Buo, Batusangkar, Sumatera Barat.

Lukas Enembe juga pemimpin yang peduli pada Adat dan Budaya Papua, sehingga diberikan Gelar Datuk "Panglimo Nan Sati" dari rumah gadang suku Kutiayia, Lintau, Batusangkar, Provinsi Sumatera Barat. Panglimo Nan Sati artinya Pemimpin Besar yang Sakti. Suku Kutiayia ini adalah juga merupakan suku dari bu Mufida Jusuf Kalla.
     
Prestasi-prestasi dan penghargaan yang diraih itu tentunya berdasarkan penilaian dari hasil kerja yang nyata yang telah dilakukan oleh Lukas Enembe selama masa Kepemimpinannya.

Prestasi ini melengkapi prestasi kebijakan sebelumnya, diantaranya, tentang Pemberlakuan PERDA Pelarangan Miras di Provinsi Papua, sistem pembagian Dana Otsus 80 persen untuk kabupaten/Kota, 20 persen untuk Provinsi, pembukaan Bandara Udara Frans Kaisepo Biak.

Semua itu adalah bagaian dari konsep Rencana Pembangunan Jangka Panjang Papua ( RPJPP ) 2013-2033. RJPP Menjadi penting, agar memberikan arahan dalam proses Prencanaan Pembangunan dan Sinkronisasi Pembangunan baik di kabupaten/Kota maupun Provinsi serta kebijakan pembangunan dari pemerintah pusat.(dnaIrel)

 

You May Also Like