Pembunuh Wanita di Selesai Akhirnya Ditangkap

  • Post By editor, 21 Apr 2017 - 10:07:09 wib

Binjai,-Tim Opsnal Satreskrim Polres Binjai meringkus pembunuh seorang wanita Am (24), penduduk Dusun VI Namu Cengkeh, DesaTanjung Berampu, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat yang jenazahnya ditemukan di dalam parit perkebunan kelapa sawit, di Dusun Paya Rampah Sawah Omba, Desa Kuta Parit, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat.

Tersangka, Er alias Jhon (30), ayah satu anak, berstatus tenaga honorer di Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kecamatan Salapian Kabupaten Langkat, merupakan tetangga korban.

Polisi turut mengamankan barang bukti dua unit telepon genggam milik korban, telepon genggam milik pelaku, pelepah rumbia yang digunakan untuk memukul korban, botol bekas air mineral, serta tas, jam tangan, pakaian, sandal, anting-anting, bendo.

Pelaku kita amankan, Senin (17/4) kemarin, di Dusun Pancur Rido, Kecamatan Salapian.

Saat berlangsung proses penangkapan, pihaknya terpaksa menembak betis kiri pelaku, karena berupaya melawan dan mencoba melarikan diri saat hendak disergap.

Pengungkapan kasus pembunuhan yang sempat menghebohkan warga Desa Kuta Parit, Kecamatan Selesai tersebut dilakukan setelah Tim Opsnal Satreskrim berhasil menghubungi nomor seluler korban.

Kapolres menyebut, telepon seluler itu dirampas pelaku usai menghabisi nyawa korban, lalu dijualnya seharga Rp 700 ribu kepada IR (27), pria penduduk Jalan Simpang Empus, Desa Empus, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat.

Begitu kita mendapat identitas dan keberadaan IR, tidak lain tersangka penadah telepon genggam curian milik korban, seketika itu pula anggota Opsnal menjemput dan mengamankan pria tersebut

Dari keterangan IR, imbuh Kapolres, identitas pelaku pembunuh korban akhirnya terungkap, yakni Er. Segera saja, anggota menelusuri keberadaan pria tersebut, hingga akhirnya diringkus di Dusun Pancur Rido, Kecamatan Salapian.

Berdasarkan hasil interogasi terhadap pelaku, dan hasil gelar perkara yang kita lakukan, diketahui pelaku menghabisi nyawa korban pada Jumat (7/4) malam, setelah keduanya bertemu di Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat.

Mereka pun memutuskan pergi mengendarai sepedamotor korban ke areal perkebunan kelapa sawit terkait, lalu melakukan hubungan suami-istri di tempat itu.

Mengenai motif pembunuhan itu, Kapolres menyatakan dilatarbelakangi kemarahan dan rasa sakit hati pelaku terhadap korban.

Sebab sebelum memukul dan mencekik korban, pelaku diketahui emosi usai dipukul dan dihina wanita tersebut, karena hanya mampu membayar biaya kencan sebesar Rp 100 ribu, dari perjanjian awal sebesar Rp 200 ribu.

Diketahui bahwa dia dan korban sudah terlibat hubungan asmara terlarang selama lebih dari dua tahun. Namun hal tersebut sama sekali tidak diketahui masing-masing keluarga.

Patut pula dicurigai, selama menjalin hubungan asmara, korban dan pelaku diduga sudah sering melakukan hubungan suami-istri di areal perkebunan kelapa sawit, tempat jenazah korban ditemukan.

Terkait kasus tersebut, Kapolres mengaku menjerat Er dengan Pasal 338 Subs 365 Ayat (3) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), karena disangkakan melakukan pembunuhan disertai pencurian dengan kekerasan, yang ancaman hukuman maksimalnya selama 15 tahun penjara.

Meskipun demikian dia mengaku, Tim Opsnal Satreskrim masih menelusuri keberadaan sepeda motor Honda Verza milik korban, yang menurut pelaku dijualnya kepada seorang pria di Binjai.

Sampai saat ini, anggota Opsnal Satreskrim masih terus bekerja, guna menelusuri keberadaan sepeda motor korban, berikut menangkap tersangka penadah.(dna/hps)

 

You May Also Like