Mengenal Jenis Ikan Kerapuh Bernilai Ekonomis Tinggi

  • Post By editor02, 19 Apr 2017 - 13:11:22 wib

MEDAN - Ikan kerapu merupakan komoditas perdagangan internasional yang harganya mahal dan permintaannya tinggi. Namun, sebagian besar produksi ikan kerapu dari Indonesia adalah hasil tangkapan di alam yang seiring perjalanan waktu menunjukkan kecenderungan yang menurun.

Oleh karena itu teknologi produksi budidaya merupakan harapan yang didambakan bagi peningkatan produksi ikan kerapu di Indonesia. Pemanfaatan sumber daya perairan secara optimal akan memberikan beberapa keuntungan, yaitu dapat meningkatkan pendapatan petani ikan dan nelayan, membuka lapangan kerja baru, meningkatkan konsumsi bahan makanan sumber protein hewani, serta dapat menambah devisa negara.

Ikan kerapu, yang biasa disebut goropa, sunu, atau kasai memiliki jenis yang cukup banyak. Diperkirakan terdapat lebih dari 46 spesies yang hidup di berbagai tipe habitat (tempat hidup). Spesies-spesies tersebut berasal dari 7 genus yang berbeda, yaitu Aethaloperca, Anyperodon, Cephalopholis, Epinephelus, Plectropoma, Cromileptes, dan Variola.

Dari 7 genus kerapu yang disebutkan di atas, 3 genus di antaranya termasuk dalam golongan kerapu komersial bernilai ekonomis tinggi, yaitu Cromileptes, Plectropoma, dan Epinephelus. Beberapa jenis dari 3 genus tersebut telah dibesarkan di keramba jaring apung (KJA) dan tambak.

Ikan kerapu merupakan ikan asli air laut, yang hidup di berbagai habitat tergantung dari jenisnya. Ada yang hidup di daerah berkarang, daerah berlumpur, daerah berpasir, atau pun daerah yang dasar perairannya merupakan campuran antara patahan karang dan pasir. Pada umumnya, ikan kerapu menyukai perairan bersalinitas (berkadar garam) tinggi. Namun, ada pula beberapa jenis ikan kerapu yang mampu hidup di 2 muara sungai atau bahkan di sungai yang jauh dari muara, yang memiliki salinitas sangat rendah. Contoh, kerapu lumpur jenis Epinephelus suillus menyukai habitat dengan salinitas antara 15 ppt – 35 ppt, sehingga cocok dipelihara di tambak.

Ikan kerapu memiliki ciri-ciri sebagai berikut : berbadan kekar, berkepala besar, dan bermulut lebar. Seluruh tubuhnya ditutupi oleh sisik- sisik kecil. Pada pinggiran operkulum bergerigi dan terdapat duri. Dua sirip punggungnya (yang pertama, berbentuk duri-duri), jarang berpisah.

Semua jenis kerapu mempunyai 3 duri pada sirip dubur dan 3 duri pada pinggiran operculum. Ikan kerapu dikenal sebagai predator atau piscivorous yaitu memangsa jenis ikan-ikan kecil, plankton hewani (zooplankton), udang- udangan, invertebrate, rebon, dan hewan-hewan kecil lainnya.

Kerapu memiliki sifat hermaphrodit protogyni (protogynous hermaphrodite), yang berarti setelah mencapai ukuran tertentu akan berganti kelamin (change sex) dari betina dewasa menjadi jantan.

Misalnya pada jenis kerapu lumpur (Epinephelus tauvina), perubahan dari betina ke jantan terjadi setelah ikan tersebut berukuran panjang badan 660 mm – 7.200 mm. teste mulai matang saat badan berukuran panjang 740 mm atau memiliki berat 11 kg.

Transformasi dari betina ke jantan ini terjadi secara alami dan memerlukan waktu yang cukup lama. Namun, terjadinya peralihan kelamin ini dapat dipercepat dengan bantuan methyl testosteron secara oral.

Ikan kerapu juga bersifat hermaphrodit synchorni yaitu di dalam satu gonad satu individu terdapat sel kelamin betina dan sel kelamin jantan, yang dapat mencapai tingkat masak dalam waktu yang sama (Effendie,1978). Ikan kerapu dapat melakukan pembuahan sendiri, namun dapat pula tidak. Ikan yang melakukan pembuahan sendiri akan
mengeluarkan telur terlebih dahulu, dan kemudian dibuahi oleh sperma dalam individu yang sama. Akan tetapi, ikan yang tidak melakukan pembuahan sendiri, dalam satu kali pemijahan dapat berperan sebagai 3 ikan jantan dan ikan betina. Apabila telah berperan sebagai ikan jantan dengan mengeluarkan sperma untuk membuahi telur-telur ikan lain, kemudian ia sendiri akan berperan sebagai ikan betina dengan mengeluarkan telur yang akan dibuahi oleh sperma ikan yang lain.

Walaupun demikian, belum banyak diketahui, jenis-jenis kerapu yang memiliki sifat hermaphrodit synchroni, dan baru diketahui, bahwa ikan karapu yang memiliki sifat hermaphrodit protogyni adalah ikan kerapu dari genus Epinephelus dan Plectropoma.

Beberapa jenis ikan kerapu yang populer dan bernilai ekonomis tinggi saat ini adalah sebagai berikut.

B. Kerapu Tikus/Bebek, Kerapu tikus atau kerapu bebek (Cromileptes altivelis), yang dalam perdagangan internasional dikenal dengan nama polka-dot grouper, atau humpbacked rocked, mempunyai tubuh agak pipih dengan warna dasar abu-abu berbintik-bintik hitam. Pada ikan muda, bintik-bintik hitam tersebut berukuran lebih besar dan berjumlah lebih sedikit. Warna ikan muda sangat menarik, sehingga penggemar ikan hias laut menjadikannya sebagai ikan hias. Di akuarium, kerapu tikus tampak cukup tenang walau digabung dengan jenis ikan lain. Namun, kadang-kadang juga menyerang ikan-ikan yang digabung dengannya.

Ikan kerapu ini mempunyai kepala yang datar mirip kepala bebek, sehingga dikenal sebagai kerapu bebek. Adapun mulutnya atau moncongnya meruncing menyerupai moncong tikus/mauka, sehingga juga disebut sebagai kerapu tikus atau kasai mauka.

4 Gambar 2. Ikan Kerapu Tikus

Sirip-sirip kerapu tikus membulat. Sirip punggung tersusun dari 10 jari-jari keras dan 17-19 jari-jari lemah, sedangkan sirip dubur tersusun dari 3 jari-jari keras dan 10 jari-jari lemah. Ikan kerapu tikus bisa mencapai panjang 70 cm atau lebih, namun kerapu tikus konsumsi pada umumnya berukuran 30 cm – 50 cm.

Kerapu tikus tergolong ikan buas yang memangsa ikan dan hewan- hewan kecil lainnya. Kerapu ini hidup di perairan karang dan dapat ditangkap dengan alat bantu yang berupa bubu, pancing, atau jaring insang.

C. Kerapu Sunu/Lodi, Ditemukan dua jenis kerapu sunu/kerapu sunuk yaitu Plectropoma maculates atau yang biasa disebut spotted coral trout dan Plectropoma leopardus atau yang biasa disebut leopard coral trout.

Kerapu sunu memiliki tubuh memanjang silindris. Pada sirip punggung nya terdapat 6-8 jari-jari keras. Warna tubuh kerapu ini sering berubah, dipengaruhi kondisi lingkungan dan ketenangan ikan (tingkat stres). Ikan kerapu ini sering berwarna merah sehingga dikenal juga sebagai kerapu merah dan kadang berwarna kecoklatan.

Ikan Kerapu Sunu / Lodi Pada tubuhnya terdapat bintik-bintik berwarna biru dengan tepi gelap. Ikan ini memiliki 6 buah pita berwarna gelap, yang dalam kondisi tertentu sering tidak nampak. Kerapu sunu berjenis P. maculates memiliki bintik-bintik yang tidak seragam, sedangkan jenis P. leopardus memiliki bintik-bintik kecil yang berukuran seragam.

Kerapu sunu hidup di perairan karang dan sering ditangkap dengan pancing, bubu, atau jaring insang.

D. Kerapu Lumpur Ada banyak jenis kerapu lumpur dari genus Epinephelus, di antaranya adalah E. suillus E. malabaricus, dan merra. Bentuk badan kerapu lumpur umumnya memanjang silindris. Warna dasar tubuhnya adalah abu-abu muda berbintik-bintik.

Kerapu jenis Epinephelus suilluss memiliki tubuh berbintik cokelat dengan 5 pita berwarna gelap. Adapun Epinephelus malabaricus memiliki bentuk tubuh yang hampir sama dengan E. suillus, namun berbintik lebih kecil dan berwarna hitam.

Epinephelus malabaricus, Kerapu ini banyak hidup di habitat berlumpur sehingga disebut kerapu lumpur. Dalam perdagangan internasional, kerapu lumpur seringdisebut estuary grouper. Kerapu lumpur dapat ditangkap dengan bubu, bagan, sero, pancing, jaring insang, maupun jaring dorong. Kerapu lumpur jenis E. malabaricus merupakan kerapu pertama yang berhasil dipijahkan oleh petani ikan Thailand. Pada saat ini, ikan kerapu sudah banyak dipijahkan baik dalam kolam-kolam terkontrol, keramba jaring, maupun tambak.

Epinephelus merra, Selain dua jenis kerapu lumpur yang telah disebutkan di atas, jenis kerapu lumpur E. merra juga merupakan kerapu yang populer. Kerapu ini
dikenal sebagai kerapu balong. Pada tubuhnya terdapat bintik-bintik hitam atau merah sawo tua yang berukuran besar sehingga menyerupai
anyaman kawat atau sarang tawon.

Kerapu Macan, Kerapu macan juga termasuk dalam genus Epinephelus. Bentuk tubuhnya menyerupai kerapu lumpur, tetapi tubuh kerapu macan lebih tinggi. Kulit tubuhnya juga dipenuhi dengan bintik-bintik gelap yang rapat.

Sirip dadanya berwarna kemerahan, sedangkan sirip-sirip yang lain mempunyai tepi coklat kemerahan. Pada garis rusuknya, terdapat 110-114 buat sisik.

Ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) hidup di habitat berkarang sehingga populer juga dengan nama kerapu karang. Dalam perdagangan internasional, ikan kerapu macan ini dikenal dengan nama flower atau carpet cod. Sama dengan kerapu lumpur, kerapu macan juga telah berhasil dipijahkan secara buatan dalam bak-bak terkontrol.

Keberhasilan pemijahan buatan kerapu macan di Indonesia ini merupakan yang pertama di dunia, sama seperti Jepang yang telah berhasil memijahkan kerapu merah (Epinephelus akara) dan Thailand dengan kerapu lumpur ((Epinephelus malabaricus).


F. Kerapu Kembang, Kerapu kembang atau biasa disebut sebagai kerapu batu (Cephalopholis boenack) memiliki beberapa ciri khusus, yaitu memiliki beberapa garis tebal biru melintang pada badannya, memiliki 3 buah duri pada operculum, dan memiliki sepasang gigi taring pada mulutnya.

Kerapu Kembang (Kerapu Batu) Kerapu kembang hidup di perairan berkarang sehingga biasa disebut kerapu karang, Pada umumnya, kerapu kembang juga dapat ditangkap dengan alat bantu bubu, pancing, jaring insang, bagan, maupun jaring dorong.(guz/Mdn).

 

 

You May Also Like