Inilah Tampilan Baru Penuh Warna di Air Terjun Niagara

  • Post By editor, 07 Jan 2017 - 12:53:33 wib

Tiga air terjun megah yang membentang antara perbatasan Kanada dan Amerika Serikat kini bisa dilihat pada malam hari yang tak pernah diduga.

Terinspirasi dari kunjungan Nik Wallenda dari nama keluarga Flying Wallenda - yang pernah beraksi di atas air terjun dengan berjalan menggunakan seutas kabel saja - sebuah sistem pencahayaan baru mengganti 21 lampu halogen yang dipasang 20 tahun lalu dengan 12.300 lampu LED.

"Wallenda membawa segala macam lampu. Kami berpikir akan sangat luar biasa jika Niagara tampak seperti itu tiap waktu," kata Mark Thomas, kepala Niagara Falls Illumination Board, badan yang telah berdiri sejak 91 tahun yang lalu - yang mengawasi pembiayaan dan pemeliharaan pencahayaan Air Terjun Horseshoe dan American.

Ratusan orang berkumpul di malam yang dingin dan hujan pada 1 Desember untuk menyaksikan pesona lampu itu, dengan air terjun yang tiba-tiba "menyala" dari kegelapan dengan warna biru, oranye, merah muda, merah, dan warna-warna pelangi lainnya.

Cahaya putih yang memukau secara dramatis menembus kabut, menyinari air terjun seperti siang hari. Festival malam dimulai dengan musik dan diakhiri dengan kembang api."Saya rasa ini menakjubkan; ini seperti warna warni yang mengalir dengan air," kata Stephanie Herbert dari Toronto.

Roger Prior of Windsor dari Inggris, tidak mengunjungi air terjun ini dalam 35 tahun terakhir. Dia terpesona dengan pertunjukan itu. "Sangat layak untuk tinggal semalaman melihat lampu-lampu itu," katanya.

Kegelapan yang menyelimuti The Falls sebelum pertunjukan perdana pencahayaan baru itu menjadi pengingat bahwa tidak selalu mustahil untuk menikmati pemandangan air mengalir itu di malam hari.

The Falls pertama kali diberi pencahayaan pada 14 September 1860 dengan 200 suar. Acaranya: menyambut kunjungan Prince of Wales Edward VII, anak laki-laki tertua Ratu Victoria. Baru pada tahun 1925 lampu permanen dipasang di Niagara Falls. Sejak itu, The Falls jarang berada dalam kegelapan, kecuali sebagai upaya penghematan energi selama perang dunia kedua.

Pemerintah Amerika Serikat dan Kanada serta lembaga pariwisata di dua wilayah ikut mendanai proyek US$3 juta (Rp40miliar) ini, berharap bahwa atraksi ini akan menarik minat pengunjung baru dan lama, serta memperpanjang masa tinggal mereka di sana.

Pertunjukan ini tidak hanya lebih cerah dan berwarna, tetapi juga mengkonsumsi energi 60% lebih hemat. Sistem baru juga bisa disesuaikan, sehingga lampu bisa diarahkan lebih tepat dan meningkatkan keseragaman pencahayaan di semua air terjun. Merah, hijau, biru, dan putih bisa dikombinasikan untuk menciptakan ragam warna yang tak terhingga dari LED yang bisa digunakan hingga 25 tahun itu."Ini adalah cara lain untuk melihat The Falls," kata Thomas.(dna/bbc)

 

You May Also Like