Gejala Virus Zika Lebih Ringan dari Demam Berdarah

  • Post By editor, 04 Feb 2016 - 10:11:00 wib

MEDAN I DNA - Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F. Moloek mengemukakan, virus Zika merupakan satu keluarga dengan virus demam berdarah. Keduanya berasal dari nyamuk yang sama yaitu aedes aegypti.

“Nyamuk tadi yang dikatakan di genangan air bersih. Dia senang di air bersih. Jadi pergantian musim kemarau ke musim hujan ini, nyamuk ini biasanya berkembang kalau kita tidak membersihkan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya seperti dimuat lamat, Sekretaris Kabinet.*

Namun virus Zika ini, lanjut Menkes, gejalanya jauh lebih ringan daripada demam berdarah dimana virus tersebut juga menyebabkan demam dan ada ruam atau merah-merah di bintik-bintik tetapi akan sembuh sendiri dalam 2-7 hari.

 Menkes menyatakan penetapan virus Zika menjadi masalah kesehatan masyarakat global oleh WHO sudah tetap sebagai suatu peringatan (warning) agar penyakit tersebut tidak mewabah.

“Karena itu kebersihan nomor satu. Kita harus tetap melakukan 3M, kita menguras, mengubur, dan menutup tempat-tempat yang tergenang air tersebut.” papar Menkes seraya menyebutkan, pencegahan juga dapat dilakukan dengan memberikan obat untuk mematikan larva, mengoleskan kulit dengan anti nyamuk, serta menggunakan pakaian lengan panjang jika diperlukan.

Tetapi apa yang ditakutkan hubungan dengan ibu hamil dengan anaknya terlahir berkepala kecil (microcephaly), menurut Menkes, kaitan ini masih dalam penelitian dimana diduga di Brazil setelah terjadi endemik virus Zika ini, terjadi penyakit saraf Guillain-Barre dan adanya anak-anak dengan kepala yang otaknya kecil. “Jadi ini diduga ada kaitannya tetapi tentu masih dalam satu proses,” tegasnya.

Menkes mengimbau  agar masyarakat untuk bersama-sama menjadi juru nyamuk atau jumantik di satu rumah, satu rumah satu jumantik. “Mari rumah kita, sama-sama kita bersihkan. Artinya tanggung jawab masing-masing. Bapak Wapres juga mengatakan, mengapa? Parit di depan rumah kita dengan satu sekop kita bersihkan, nanti tetangga bersihkan, dan akhirnya menjadi bersih. Saya kira, itu yang harus kita lakukan,” kata Menkes.

Menkes juga memastikan  tidak ada travel warning, tetapi travel advisory, atau memberikan peringatan dan kewaspadaan kepada masyarakat yang ingin ke luar negeri, khususnya ke daerah Amerika Latin atau daerah endemis untuk hati-hati, terutama ibu yang sedang hamil trimester pertama. “Jadi kalau hamil sudah besar, saya kira insya Allah tidak terjadi,” pungkasnya. (dna/skb)

 

You May Also Like