JAKARTA - PANGLIMA dan DANJEN PASUKAN KHUSUS GARUDA MERAH PUTIH- INDONESIA RAYA (PASSUS GMP INRA) Binsar Effendi Hutabarat didampingi Raden Soekrisno Alim Soedibyo dan Kepala Staf Jafar Yakob dan Wimpi Manoarfa,SH serta Slamet PH usai melaksanakan Upacara Hari Pahlawan menyarankan kepada Pemerintah terkhusus Kepada Presiden R.I agar ALM H.M.SOEHARTO (Mantan Presiden R.I ke-II) diberi Gelar SEBAGAI PAHLAWAN NASIONAL mengingat JASANYA MEMBANGUN NEGERI INI, KITA INGAT JASA PAK HARTO Sebagai BAPAK PEMBANGUNAN. Ingat Pesan IR.Soekarno BANGSA YANG BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YANG MENGINGAT JASA PAHLAWAN, Kita harus ingat JASA PAK HARTO
Keterbatasan fisik bukanlah halangan bagi seorang Achmad Zulkarnain, seorang fotografer yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur untuk berkarya dan berprestasi. Walaupun pria yang akrab disapa Bang Dzoel ini terlahir tanpa tangan dan kaki, namun dengan ketekunan dan kegigihannya, ia berhasil menjadi fotografer profesional.  “Awalnya saya memotret tidak sengaja, menggantikan teman yang biasa memotret untuk pembuatan foto KTP ataupun acara pernikahan. Saya lihat dunia fotografi ini keren juga. Apalagi sambil memotret, saya jadi bisa kenalan dengan cewek-cewek,” gurau Bang Dzoel.Pria yang juga hobi bermusik ini
MARELAN-Ketua PAC.Partai Gerindra Marelan Haris Kelana Damanik, ST langsung  memimpin aksi pengalangan dana kemanusian bagi warga rohingya di tengah jalan Marelan Raya Tanah 600 Marelan bersama para kader dan anggota Gerindra.Minggu (24/09/2017). Para pengguna jalan tampak banyak yang simpatik hingga memberikan bantuan pada aksi pengalangan dana yang dilaksanakan massa partai Gerindra Marelan tersebut. Haris Kelana Damanik mengaku aksi penggalangan dana sebagai bentuk kepedulian kemanusian dari partai Gerindra pada warga tanpa memandang etnis, suku dan agama. Kegiatan rutin tiap minggunya dilaksanakan kegiatan Senam sehat, bhakti
Anak-anak Tammie Umbel, yang berusia antara 4 sampai 26 tahun, dididik sendiri di rumah sampai masuk universitas, namun ia masih memiliki waktu untuk membangun bisnis perawatan kulit organik yang kini bernilai US$1,7 juta (sekitar Rp22M).Perempuan Amerika yang kini berusia 44 tahun, memulai bisnisnya tanpa meminta pinjaman dari bank dan tak mau menerima investor untuk memperluas usahanya.Anak-anaknya - delapan perempuan, enam laki-laki - ia didik sambil bekerja mengembangkan bisnisnya. Empat, di antaranya sudah di perguruan tinggi, dengan yang tertua hampir lulus sebagai dokter."Anak-anak bersama saya di kantor dan mereka saya ajak
Inilah Bripka Wahyu, "Polisi Sayur" Asal Marelan
  • Post by : editor, Kamis, 24 Agust 2017 - 19:27:25 wib
Medan,- Masih Ingat kah anda dengan Sosok Bripka Wahyu yang merupakan seorang polisi di Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, yang mendapat julukan "POLISI SAYUR". Dan Bripka Wahyu Mulyawan juga pernah menerima penghargaan dari Kapolri Jenderal Tito Karnavia pada awal Februari tahun ini. Karena merupakan  Bhabinkamtibmas yang aktif berinteraksi kepada masyarakat. Saat ini usaha yang di miliki Polisi Yang berpangkat Brigadir kepala ini sudah berkembang besar dan bahkan telah memiliki banyak karyawan yang di pekerjakan nya untuk membantunya memasarkan sayur-sayur yang ia tampung.Dia membantu para petani Marelan untuk
<< First | < Prev | 1 | 2 | 3 | ... | 40 | Next > | Last >>