Erni Akhiri Hidup Gara-gara Cinta

0
467

Asahan,-Entah apa di pikiran gadis berusia 17 tahun bernama Erni yang ditemukan tewas tergantung di dapur rumah dengan menggunakan kain selendang.Penemuan remaja warga Dusun IV Desa Sipaku Area, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan ini pertama kali diketahui oleh makcik korban bernama Misma (49) yang saat itu baru pulang dari berjualan.

Kapolres Asahan AKBP Kobul Syahrin Ritonga melalui Kapolsek Simpang Empat AKP Supriyadi Yantoto menuturkan, siswi kelas III SMK itu pertama kali dilihat tergantung oleh Misma yang saat itu usai pulang dari berjualan.“Saat itu saksi mengetuk pintu dan dibuka anaknya bernama Ramayanti. Lalu Misna menuju dapur rumah dan terkejut melihat tubuh keponakannya tewas tergantung di atas kayu galang dengan kain slendang membalut di leher,” ujar Kapolsek, Rabu (17/1/18).

Menurutnya, korban pertama kali dilihat sekira pukul 23.30 WIB, Selasa (16/1/2018), sebelumnya akhirnya ditemukan gantung diri. Peristiwa ini dilaporkan ke pihak Polsek Simpang Empat, Rabu (17/1/2018) sekira pukul 05.00 WIB dan segera turun ke lokasi kejadian.

“Saat dilakukan pemeriksaan oleh pihak Puskesmas ditemukan luka memerah di bagian leher. Saat akan dilakukan pemeriksaan autopsi pihak keluarga menolak dengan mengatakan kejadian ini musibah,” ujar Yantoto. Sementara itu informasi yang dihimpun diduga korban mengakhiri hidupnya dengan gantung diri akibat percintaan.

Terpisah, Kapolres AKBP Kobul Ritonga menghimbau agar hal-hal seperti ini tidak perlu terjadi. “Kita manusia ini tidak terlepas dari yang namanya permasalahan, namun tidak lah mengambil keputusan mengakhiri hidup dengan gantung diri. Maka kuatkan iman dan terbukalah kepada keluarga yang ada di sekeliling kita untuk saling tukar pikiran dalam menyelesaikan suatu masalah,” sebut Kapolres

Kepada para orang tua, Kapolres menghimbau agar dapat memberi perhatian lebih kepada anak-anak khususnya yang beranjak dewasa. Seingga apa pun yang terjadi pada si anak, mama akan terbuka untuk bercerita terkait perjalanan hidupnya.

“Karena tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan, tanpa harus mengakhiri hidup dengan bunuh diri yang tidak dibenarkan agama,” ujar Kobul.