6 Unit Trawl Mini Diamankan Nelayan Batubara

0
128

Batubara,- Nelayan yang tergabung dalam Masyarakat Nelayan tradisional Batubara (Mantab) melakukan aksi penangkapan 6 unit trawls mini, di perairan Batubara Desai Sungai Padang Kabupaten Batubara Provinsi Sumatera Utara, Kamis (11/1/2018).

Aksi penangkapan trawls yang dilarang penggunaanya ini menunjukkan sudah hilangnya kesabaran nelayan, karena sesuai dengan kebijakan bahwa terhitung 1 Januari 2018 trawl tidak boleh lagi beroperasi namun pada kenyataan masih terus berseliweran hingga pertengahan bulan ini tanpa pengawasan.

Padahal Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiatuti telah menegaskan pada acara Rembug Nelayan Sumatera Utara di Pantai Sialang Buah Kabupaten Serdang Bedagai Sumut, 14 Desember 2017 lalu agar pihak- pihak terkait melakukan pengawasan mengenai hal ini.

Beruntung Aksi nelayan Batubara ini tidak anarkis malah menempuhnya dengan jalur hukum dengan menyerahkan bukti penangkapan kapal beserta jaring pukat ke pihak terkait dengan membuat berita acara penyerahan Pukat Trawl kepada DitPol Airud Polda Sumut.

Didampingi Ketua Aliansi Nelayan Sumatera Utara, Sutrisno dan Sekretaris Leo Marbun, Mantab melakukan penyerahan barang bukti 6 unit trawl ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara nelayan Batubara dengan pihak terkait diantaranya Diskanla Batubara dan Ditpolair Polda Sumut yang disaksikan oleh Polsek Medang Deras, AKP Usman, TNI AL Arif R.Hakim, Dinas Kelautan dan Perikanan Batubara ;James Simanjuntak, serta Ketua Aliansi Nelayan Sumatera Utara.

Adapun hasil kesepakatan tersebut diantaranya adalah:

1. Pihak dinas Perikanan kabupaten Batubara di wakili Kasi Pengendalian Usaha dan Perizinan James Simanjuntak menyampaikan bahwa pada tanggal 12 Januari 2018 akan menegeluarkan Surat Edaran yang isisnya pelarangan untuk tidak beroperasi bagi pukat tarik dan hela di perairan batubara.

2. Pihak Dit Pol Airud Polda Sumut akan memanggil dan memeriksa para pemilik kapal Pukat Tarik dan Hela serta mengaminkan barang bukti kapal pukat Tarik dan hela.

3. Untuk menghindari konflik antar nelayan Tradisional dengan Nelayan Kapal Pukat Tarik dan Hela maka harus dilakukan Patroli bersama yang dilakukan oleh TNI AL, DIt Pol Air Polda Sumut dan PSDKP Belawan, Dinas Kelautan dan Propinsi Sumut. (dna/sb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here