Pasca Keluarnya Surat LPPOM Sumut, Riso Gogo telah Urus Perizinan

0
264

Medan – Manajemen Riso Spesial Gogo telah melakukan kepengurusan perpanjangan izin ke Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Sumatera Utara, pasca keluarnya surat teguran karena keterlambatan kepengurusan perpanjangan izin sertifikat halal.

Dalam prosesnya memang diakui adanya keterlambatan akan tetapi pihaknya langsung mengurus proses perizinannya tersebut. “Sudah kita urus perpanjangan izinnya dan kini menunggu proses keluar izin dari pihak LPPOM MUI Sumut,”ucap Pemilik Risol Spesial Gogo, Widarto melalui telephon selulernya milik karyawannya saat menjawab konfirmasi kepada sejumlah awak media yang mengkonfirmasikan perihal surat edaran LPPOM MUI Sumut ke tempat penjualan Riso Gogo di Jalan Mojopahit No.53 Medan, Sabtu (06/01).

Lebih lanjut, Widarto menyampaikan pihaknya senantiasa menjaga mutu produk makanan atau jajanan yang dijualnya kepada para konsumen.

Tentu pihaknya tidak mau mengecewakan para konsumen yang selama ini telah mengkomsumsi produk makanan atau jajanan diantaranya,Risol, Lemper Ayam, Kroket dan Kue Sus.

Dimana para konsumennya tidak hanya berasal dari Kota Medan, namun juga dari kota lainnya baik di Sumatra Utara maupun luar Sumatra dan Jawa serta mancanegara untuk oleh-oleh dari Kota Medan.

Bahkan ia juga berjanji bila surat izin keluar dari LPPOM MUI Sumut, pihaknya akan memanggil para awak media ketempat penjualan Riso Gogo miliknya.

Namun hal berbeda ketika para awak media melakukan konfirmasi ke pusat penjualan jajanan Bolu Meranti yang diproduksi oleh CV Cipta Rasa Nusantara yang beralamat di Jalan Kruing no 2 K Medan.

Tampak salah seorang kasir, di Bolu Meranti terlihat enggan ditanyakan perihal surat edaran dari LPPOM MUI yang menegur soal keterlambatan perpanjangan kepengurusan izin.

Wanita penjaga kasir di Bolu Meranti itu hanya menjawab ketus, ooo kalian mau konfirmasi surat edaran itu langsung sajalah ke tempat yang mengeluarkannya. “Kalau mau konfirmasi langsung aja ke LPPOM MUI Sumut, kalau dari kami No Comentlah,”ucap wanita berbaju hitam sembari menerima uang pembelian dari konsumen yang memadati toko panganan tersebut.

Sementara itu ketika dikonfirmasikan kepada, Direktur LPPOM MUI Sumut, Prof Dr Ir H Basyaruddin MS, saat dikonfirmasikan tentang perkembangan proses perizinan dari dua perbelanjaan panganan di kota Medan yang terlambat memperpanjangan kepengurusan izin tidak bisa dikonfirmasi.

Salah seorang staff wanitanya, mengatakan bahwa pak direktur sedang rapat. “Maaf bang, Pak Direktur sedang rapat. Belum tahu jam berapa selesai rapatnya,”ucap wanita tersebut.

Bahkan ketika dikonfirmasikan melalui telephon selelurnya pada sekitar pukul 17.08 Wib, juga tidak menjawab.

Sebelumnya, dalam surat bernomor 182/C/LP-POM/MUI-SU/IX/17 yang dikeluarkan di Medan tanggal 20 September 2017 serta ditandatangani Prof Dr H Ramli Abdul Wahid MA sebagai Ketua Komisi Fatwa dan Prof Dr Ir H Basyaruddin MS selaku Direktur LPPOM MUI Sumut dijelaskan bahwa di poin pertama disebutkan Bolu Meranti yang diproduksi oleh CV Cipta Rasa Nusantara yang beralamat di Jalan Kruing no 2 K Medan tersebut hanya berlaku mulai tanggal 2 April 2013 sampai 1 April 2015 dengan nomor sertifikat halal 09100001610107.

Informasinya, pada tahun 2015 setelah masa sertifikasi berakhir, perusahaan tersebut kembali mengajukan perpanjangan sertifikat halal.

Namun, setelah dilakukan audit perusahaan tersebut tidak dapat melengkapi persyaratan untuk memenuhi standar sertifikasi halal.

Bahkan sampai batas waktu yang ditentukan, pihak CV Cipta Rasa Nusantara tak ada informasi.

Perusahaan tersebut tidak bersedia memenuhi permintaan untuk penyempurnaan persyaratan proses sertifikasi halal.

Begitu juga dengan Risol Gogo. Risol yang di produksi oleh perusahaan Risol Spesial Gogo ini bahkan tidak melakukan proses perpanjangan sertifikasi halal.

Perusahaan yang terletak di jalan Mojohapit tersebut mendapatkan Sertifikasi Halal oleh LP-POM MUI Sumut dengan nomor Sertifikat halal 09200002980210 berlaku mulai dari 23 Februaro 2010 sampai dengan 22 Februari 2012.

Namun setelah masa sertifikat halal habis, perusahaan tersebut tidak melakukan pengajuan perpanjangan sertifikat.

Bahkan ketika dikonfirmasi wartawan beberapa hari lalu, kepada Direktur LP-POM MUI Sumut Basyaruddin membenarkan surat edaran yang mereka rilis ke masyarakat itu.

“Iya kita keluarkan dan sudah kita umumkan ke masyarakat” akunya saat dikonfirmasi wartawan via selularnya, Kamis (4/1/2017).

Padahal sebelumnya, Ia mengaku pihaknya telah mengirimkan surat pemberitahuan agar dilakukan audit ulang dalam waktu 3 bulan sebelum habis masa berlaku sertifikat halal.

Namun perusahaan tersebut tidak melakukan proses perpanjangan sertifikat halal sampai batas waktu yang ditentukan dan sertifikat halal tidak dapat diterbitkan.

“Sejak saat itu MUI tidak mengeluarkan sertifikat halal terhadap produk ini (bolu meranti dan Risol Gogo). Oleh karenanya MUI tidak bertanggungjawab terhadap kehalalan dua makanan ini,” terangnya

MUI juga menganggap perusahaan produsen makanan jenis bolu gulung tersebut yakni CV Cipta Rasa Nusantara membandal. Mereka tak mau meneruskan sertifikasi Halal yang sudah mati (expired) sejak tahun 2015 itu.

“Kalau masih ada logo halalnya berarti bukan kita itu yang mengeluarkannya, karena kita tak pernah mengeluarkannya lagi,” tegasnya.

Basyaruddin juga berharap kedua perusahaan itu dikontrol keberadaanya. Jika terlihat masih menggunakan sertifikat halal, maka perusahaan tersebut bisa dilaporkan.

“Kalau masyarakat melihat masih ada (logo halal), silahkan saja melapor ke polisi dengan delik penipuan. Kalau kami tak bisa. Tapi yang jelas mereka tak punya kewenangan lagi untuk menggunakan logo halal itu,” tegasnya.

“Kalau tindak lanjut hukumnya itu pihak yang berwajiblah kalau mereka tidak berusaha sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya.(dnalams)