Kasus Menantu Siram Mertua, Saksi Sebutkan Air Kopi Tak Dalam Keadaan Panas

0
1348

Medan – Pengadilan Negeri Medan kembali menggelar sidang penyiraman air kopi yang dilakukan Elyana (37) warga Jalan Sutrisno Medan, kepada Mertuanya Carrisa.

Agenda sidang kali ini untuk mendengarkan para saksi yang dihadirkan oleh penuntut Kejari Medan, Nur Ainum.

Bahkan dalam persidangan yang berlangsung diruang Cakra III, dengan majelis hakim yang diketuai Riana Pohan, sangat mengejutkan keterangan Tianmin yang merupakan adik kandung Carrisa yang juga Pamannya dari Suami terdakwa justru menyebutkan bahwa air kopi tidak dalam keadaan panas.

“Yang mulia majelis hakim dan penuntut umum yang saya hormati, bahwa kejadian penyiraman yang dilakukan istri keponakan saya kepada mertua yang tak lain ada kakak saya memang benar adanya. Namun air kopi itu sudah disediakan sebelum terdakwa datang, bagaimana mungkin kopi yang kurang lebih sudah setengah jam disediakan itu dalam keadaan panas?,”ucapnya.

Dilanjutkannya, waktu itu ada pertemuan keluarga untuk mendamaikan perseturuan antara Chandra Yan yang tak lain Putra Carrisa dengan Elyana.

“Waktu itu suasana sempat memanas, hingga menyebabkan penyiraman air kopi yang ada dalam gelas yang merupakan bekas minuman saya”ucap saksi.

Meski adanya penyiraman pada waktu itu korban tidak mengeluhkan rasa sakit cuma ada bekas tumpahan kopi dan pada waktu itu perwakilan keluarga yang hadir langsung melerainya.

Diutarakannya waktu ribut-ribut ia mengingatkan jangan ada keributan bahkan menyuruh terdakwa untuk pulang sedangkan korban tetap tinggal bersamanya.

Selanjutnya masalah pelaporan ke polisi. Awalnya yang melaporkan perkara ini bukan Carissa (mertua terdakwa) selaku korban tapi Suwito kerabatnya yang notabene tidak menyaksikan keributan itu malah ia yang melaporkan.

“Apa perkara ini tidak aneh,namun herannya  kasus ini tetap diproses hukum pada hal sewaktu di Polisi saya sebagai keluarga menyarankan kasus ini digelar, karna ini kasus masalah Ibu dan Anak, akan tetapi kakak saya Carissa tidak mau dan polisipun terkesan tidak menyikapinya,”
ucap saksi.

Dia mengatakan sangat  kecewa dengan keputusan kakaknya yang tak mau berbaikankan kepada terdakwa dan memutuskan untuk melanjutkan perkara ini ke meja hijau.

Sementara saksi lainnya, Suwandi alias Ayang, yang juga di hadirkan sebagai saksi oleh Jaksa penuntut umum Nur Ainun, dalam keterangannya mengatakan banyak tidak mengatahui permasalahan yang terjadi,

“Saya tidak tahu kejadian itu dan saya ditelepon korban untuk datang  menjeputnya dan setelah di mobil koran mengajak saya ke Rs Columbia, tapi setalah sampai saya tidak masuk korban hanya seorang diri masuk ke Rumah Sakit Colombia.”ucap Suwandi

Mendengar keterangan saksi lalu hakim menanyakan,”apakah korban ada mengeluh sakit saat di perjalanan,”tanya hakim

“Tidak ada ibu hakim,
Korban hanya biasa saja,tidak ada mengeluh dan merasa sakit,”jawab saksi singkat

Usai mendengar keterangan kedua saksi selanjutnya Ketua Majelis Hakim, Riana Pohan mendunda sidang hingga pekan depan.

Namun sebelum majelis hakim mengetukkan palunya,  Penasehat Hukum terdakwa memohon agar pada sidang selanjutnya agar majelis hakim untuk menghadirkan dokter yang melakukan visum pada persidangan berikutnya.

Mendapat permohonan dari penasehat hukum, majelis hakim pun meminta agar penuntut mendatang tim medis yang mengeluarkan pada persidangan berikutnya. “Bu Jaksa, pada persidangan berikutnya hadirkan tim medis yang mengeluarkan hasil visum,”perintah majelis hakim kepada jaksa yang hanya mengiyakan permintaan majelis hakim sembari mengetuk palu tanda berakhirnya persidangan.

Usai persidangan, Dede Gunawan selaku penasehat hukum terdakwa menyatakan ini hanya permasalahan keluarga dan tidak perlu sampai ke pengadilan.

Begitu juga, kenapa kita bermohon agar tim medis yang mengeluarkan visum agar hadir dipersidangan berikutnya hal ini berdasarkan keterangan saksi yang sama sekali tidak sesuai dengan hasil visum.

Terutama hasil visum yang menyebutkan ada bekas dibagian dada dibawa ketiak dan punggung melepuh sementara dari keterangan saksi hanya melihat tumpahan kopi semata.

“Bukan hanya tim medis, yang dihadirkan akan tetapi saksi korban juga harus harus hadirkan supaya jelas titik persoalan sebenarnya,”ucap Dede.(dnalams)