Karyawan ini Tolak Uang Rupiah Sebagai Alat Pembayaran

0
899

Medan,- Seorang karyawan salah satu pusat perbelanjaan di Kota Medan menolak uang Rupiah dari seorang konsumen yang melakukan pembayaran belanjaan di toko tersebut.

Karyawan ini beralasan uang konsumen tersebut tersobek sedikit dibagian ujungnya. Konsumen meminta kepada pihak swalayan agar bisa menerima uang tersebut, karena ia mendapatinya sudah dalam kondisi seperti itu.

“Si karyawan kemudian menanyakan kepada atasannya, namun tetap saja menolak uang tersebut,” jelas salah seorang warga kepada DNABerita melalui pesan Whatsapp, Senin (01/01/2018) malam.

Konsumen mengaku kesal, mengingat uang Rp 100 ribu yang digunakan untuk membayar buah-buahan yang dibelinya masih bisa dilihat keasiliannya dan nominalnya.

“Undang undang no.7 thn 2011 tentang mata uang, pasal 23 Undang undang ayat 1, yo pasal 33 setiap orang dilarang menolak untuk menerima rupiah yang penyerahannya dimaksud sebagai pembayaran atau untuk menyelesaikan kewajiban, kita lihat apa permasalahan ini termasuk dalam pasal ini ?,” keluhnya.

Sementara itu dari penelurusan, bahwa uang uang rusak masih bisa ditukar di Bank Indonesia sesuai syarat :

Uang rusak yang bisa ditukar jika memenuhi syarat berikut:

Jika fisik uang kertas >2/3 (lebih besar dua pertiga) dari ukuran aslinya dan ciri uang dapat dikenali keasliannya.

Uang rusak masih merupakan satu kesatuan dengan atau tanpa nomor seri yang lengkap dan >2/3 (lebih besar dua pertiga) dari ukuran aslinya dan ciri uang dapat dikenali keasliannya.

Uang rusak tidak merupakan satu kesatuan, tapi terbagi paling banyak menjadi 2 (dua) bagian terpisah dan nomor seri pada uang tersebut lengkap dan sama serta >2/3 (lebih besar dua pertiga) dari ukuran aslinya dan ciri uang dapat dikenali keasliannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here