Tiga Pelabuhan dan Delapan Cabang Pelabuhan Siap Hadapi Mudik Natal Dan Tahun Baru

0
112

Belawan – PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 menyatakan kesiapannya dalam melayani Angkutan Natal dan Tahun Baru 2018. Kesiapan ini dilakukan dengan fokus pemantauan pada 8 (delapan) cabang pelabuhan dan 3 (tiga) kawasan pelabuhan milik Pelindo 1, yaitu Pelabuhan Belawan, Sibolga, Gunung Sitoli, Tanjung Balai Asahan, Dumai, Bengkalis, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Pinang, Tembilahan, Selat Panjang dan Sei Kolak Kijang.

Pelindo 1 juga sudah menyiapkan sarana dan prasarana serta fasilitas pendukung di seluruh terminal penumpang yang dikelola oleh Pelindo 1. “Seluruh Terminal Penumpang milik Pelindo 1 saat ini sudah dilakukan pembenahan dan dilengkapi dengan fasilitas modern. Seperti di Teminal Penumpang Bandar Deli Belawan yang sudah dilengkapi dengan 2 (dua) unit garbarata, dimana akan memudahkan penumpang untuk naik turun dari kapal menuju dermaga dan sebaliknya,” jelas Fiona Sari Utami, ACS Humas Pelindo 1.

Selain itu, pembenahan juga sudah dilakukan di Terminal Penumpang Pelabuhan Dumai, Terminal Penumpang Teluk Nibung di Tanjung Balai Asahan dan Terminal Penumpang Sri Bintan Pura di Tanjung Pinang.

“Terminal penumpang ini sudah memiliki arsitek bangunan yang lebih modern dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti, guesthouse, ruang tunggu VIP dan ekonomi, ruang ibu menyusui, balai kesehatan, ruang merokok, kantin, ruang kedatangan dan anjungan, ruangan shalat, toilet, tanda bahaya (alarm), tata suara (sound), pemadam kebakaran, alat penyelamat kecelakaan di air (pelampung) serta fasilitas automatic gate,” jelas Fiona.

Ada beberapa kebijakan pelayanan penumpang yang diterapkan seperti, tidak akan melayani penjualan tiket dan pas pelabuhan di terminal, tidak mengizinkan penumpang yang tidak memiliki tiket untuk masuk ke ruang terminal, dan penyediaan fasilitas embarkasi dan debarkasi. “Kunjungan kapal penumpang juga akan mendapatkan prioritas sandar di terminal penumpang dan di luar terminal penumpang, jika ada kunjungan kapal secara bersamaan,” ujar Fiona.

Untuk mengantisipasi lonjakan arus barang sembako di pelabuhan, juga telah dipersiapkan fasilitas pelabuhan antara lain kesiapan dermaga, sispro (Sistem dan Prosedur) pelayanan kapal sembako, gudang dan lapangan penumpukan, peralatan bongkar muat, tenaga operasional di lapangan dan kesiapan informasi dan teknologi (IT). Fasilitas umum tambahan juga akan disiapkan seperti tenda, toilet, dan media informasi kepada penumpang, pengantar/penjemput seperti sound system, spanduk, banner, dan leaflet informasi.

Untuk monitoring Angkutan Natal dan Tahun Baru 2018 ini, juga dibentuk posko monitoring dan tim pemantau kesiapan pelayanan di setiap cabang pelabuhan, yang merupakan posko bersama dan beranggotakan Kesyahbandaran, Otoritas Pelabuhan, Pelindo 1, Polri, TNI AL, Bea Cukai, Karantina, Imigrasi dan Kesehatan Pelabuhan. Tim ini akan bertugas untuk memantau kegiatan embarkasi dan debarkasi, memantau bongkar muat barang, berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, kegiatan pusat pengendalian trafik dan pusat informasi serta pelaporan.

Tim monitoring dan pelayanan Angkutan Natal dan tahun Baru 2017 ini akan bertugas pada H-10 hingga H+15, yaitu mulai tanggal 15 Desember 2017 sd 09 Januari 2018. Untuk media pelaporan dan sistem koordinasi monitoring angkutan Natal dan Tahun Baru 2018, Pelindo 1 akan menyediakan media melalui media portal korporat: www.pelindo1.co.id, video conference , rapat koordinasi serta menetapkan kontak person masing-masing pelabuhan.

“Kami tidak hanya memastikan kesiapan seluruh fasilitas, tapi kami juga memastikan keamanan dan keselamatan penumpang melalui koordinasi dengan pihak regulator (OP/KSOP, Syahbandar dan pihak keamanan di pelabuhan) mengenai batas izin toleransi kelebihan kapasitas penumpang kapal sekaligus pengaturan kendaraan dan antisipasi tindakan kriminal dalam rangka mewujudkan zero accident, berkoordinasi dengan perusahaan pelayaran agar kapal penumpang tidak sandar pada malam hari, memberikan proritas sandar bagi kapal penumpang, hewan ternak, kebutuhan pokok dan BBM, menyediakan sarana/peralatan khusus dan pelayanan seawal mungkin untuk penyandang disabilitas, meningkatkan pengawasan terhadap bahaya terorisme, penyalahgunaan narkoba, dan tanggap darurat terhadap cuaca ekstrem, serta menyiapkan fasilitas tambahan seperti tenda dan toilet,” tegas Fiona. (Guz/Blw).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here