Wow….Sumut Penghasil Padi Terbesar ke 5 di Indonesia

0
152

Padang Sidimpuan,- Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi menyebutkan, dalam rangka mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan dengan peningkatan produkvitas dan produksi berbagai komoditi sektor pertanian, tentu diperlukan peningkatan kinerja penyuluh mantri tani.

Oleh karenanya, kata Erry, perlunya adanya peningkatan pemahaman tentang pembangunan sektor pertanian, salah satunya adalah kegiatan rapat koordinasi dan sinkronisasi penyuluhan, seperti yang dilaksanakan hari ini untuk wilayah Tabagsel, Tapanuli Tengah dan Sibolga.

Kegiatan ini dirangkaikan dengan Sosialisaasi Kemendagri Nomor 14 Tahun 2016 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial yang bersumber dari APBD.

Tengku Erry juga mengatakan bahwa peran serta mantri tani, koordinator BPP dan penyuluh pertanian sangat penting karena merupakan ujung tombak dan garda terdepan di sektor pertanian. Pengabdian saudara dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan di Provinsi Sumut sangat membanggakan.

“Jaga kekompakan, kebersamaan dan keterpaduan dalam mencari inovasi-inovasi baru dalam berkarya untuk hasil yang lebih baik lagi,’’ ucap Erry dihadapan para penyuluh dan mantri tani sekawasan Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Sibolga di Kampus STAIN Padang Sidempuan, Kamis (21/12/2017).

Pada tahun 2016, kata Erry, produksi padi kita meningkat sebesar 13,89% menjadi 4,6 juta ton GKG. Dan tahun 2017 berdasarkan Aram II BPS hasil pertemuan di Yogyakarta meningkat 11,04% menjadi 5,1 juta ton GKG menjadikan Sumut diperingkat  ke 5 nasional sebagai produksi padi terbesar di Indonesia.

Untuk jagung, tahun 2016 meningkat 2,5% sebesar 1.557.441 ton pipilan kering dan tahun 2017 mencapai 1.712.256 ton atau meningkat sebesar 9,94%. Serta untuk kedelai, tahun 2017  diproyeksikan mencapai 8.618 ton biji kering atau meningkat 70, 25%.
Atas keberhasilan dan prestasi yang telah kita capai selama 3 (tiga) tahun saya menghimbau agar para penyuluh, koordinator BPP dan mantri tani agar meningkatkan sinergitas, kebersamaan dan kekompakan dalam memberhasilkan program upsus dilapangan, memperkuat sistem pelaporan tentang kemajuan program dilapangan terutama luas tambah tanan (LTT) harian serta tingkatkan pemanfaatan penggunaan IT dalam sistem pelaporan.

Kemudian kembangkan pola baru tanam perwujudkan swasembada pangan dan swasembada pangan yang berkelanjutan melalui pola olah tanah, tanam dan panen setiap hari.

Selanjutnya optimalkan  penggunaan alsintan, manfaatkan lahan kering atau tidur sehingga produktif, kembangkan tumpangsari padi ladang atau jagung di lahan pertanian, selalu meningkatkan kompetensi dan profesionalitas, meminimalisir alih fungsi lahan. Mencari terobosan dan inovasi baru untuk mewujudkan swasembada kedele dan bawang merah serta manfaatkanlah semaksimal mungkin kelengkapan kerja dalam meningkatkan kinerja dalam membimbing petani dan kelompok tani.

Sebelumnya Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Azhar Harahap melaporkan maksud dan tujuan pertemuan koordinasi dan sinkronisasi penyuluhan pertanian hari ini  untuk menyatukan langkah dan persepsi, untuk meningkatkan kinerja penyuluh dalam rangka meningkatkan produktivitas dan produksi berbagai komoditi sektor pertanian umumnya dan tanaman pangan dan hortikultura khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan serta untuk meningkatkan pemahaman terhadap Permendagri Nomor 14 tahun 2016 tentang Pedoman Hibah.

Lebih lanjut dijelaskan jumlah penyuluh di Sumut 2.789 orang. Sedangkan jumlah kelompok tani di Sumut mencapai 36.937 kelompok tani dengan jumlah anggota sebanyak 1.846.850 KK.

“Para penyuluh juga diberikan bantuan alat pengadaan seperti, sepeda motor 130 buah, PUTS 185 unit, PUTK sebanyak 185 unit, PH meter sebanyak 185 unit, alat uji kesuburan tanah, 185 unit, bagan warna daun 185 unit, sepatu boat 185 unit, jas hujan 185 unit, ransel 1.585 unit, jaket 1900 unit, Leaflet 2 paket, kalender + Poster 2 paket, buku kerja 500 buah.  Sehingga dengan kelengkapan kerja tersebut, penyuluh dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,” ujar Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura.