Akademisi Nyatakan Sudah Seharusnya Pemerintah Akui Agama Leluhur

0
282

Medan – Pemerintah harus menyadari bahwa modal dasar keimanan di nusantara sebelum datangnya agama yang dianut pada saat ini adalah agama leluhur atau agama asli Indonesia.

Tentunya agama tersebut sudah menjadi pedoman hidup masyarakat pada waktu itu sebelum masuknya agama Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan Khonghucu ke Indonesia.

“Sehingga tepatlah pencantuman identitas di kolom agama dengan penulisan Agama Leluhur dari pada menuliskan dengan aliran kepercayaan,” hal ini disampaikan Guru Besar Antropologi Unimed, Prof  Bungaran Antonius Simanjuntak seusai acara diskusi dan panggung budaya yang mengambil tema memperkuat sinergi untuk inklusi sosial penganut agama leluhur yang berlangsung di Pisces Room Lantai 1, Hotel Antares Jalan Sisingamangaraja Medan, Selasa (19/12).

Lanjutnya lagi bila hendak dimasukan ke dalam struktur, maka seharusnya pemerintah membuat kebijakan dimana para penganut ini disatukan dalam penulisan atau penyebutan dengan agama leluhur.

Selain itu ia merasa keberatan penyebutan agama leluhur dengan istilah agama pribumi dikarenakan masing-masing daerah sudah memiliki kepercayaan.

Diuraikan meski pemahaman agama leluhur disetiap daerah berbeda maka mereka disatukan dengan agama leluhur yang dicantumkan dalam kolom identitas.

Begitu dengan perlakuan kepada penganut agama leluhur mereka mempunyai hak yang sama dalam pendidikan maupun lapangan pekerjaan baik instansi Pemerintah, TNI/Polri, BUMN dan BUMD untuk berkarier.

Maka sudah seharusnya dilakukan pembahasan bersama di Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Agama dan Pendidikan tentang masalah ini.

Senada dengan itu, Sudarto dari Setara Institute Jakarta, mengatakan sangat mengapresiasi dengan festival budaya dalam pengenalan agama leluhur tersebut.

Karena dengan kegiatan ini lebih mudah diterima dikalangan masyarakat tentang keberadaan agama leluhur yang kedepan ini harus terus digiatkan.

Terlebih lagi Indonesia terkenal dengan keberagamannya, sehingga penganut agama leluhur ini mendapatkan posisi setara dengan agama lainnya di Indonesia.

Hal yang sama juga disampaikan Deputy Direktur Aliansi Sumut Bersatu Ferry Wira Padang, bahwa dengan kegiatan bertujuan agar seluruh elemen masyarakat mendapat perlakuan setara dan memperoleh kesempatan yang sama sebagai warga negara.(dnalams)