Pengerjaan Drainase di Medan Tuntungan “Buruk”

0
142

Medan,-Sistem pengerjaan drainase yang dilakukan pihak Pemerintah Kota (Pemko) Medan disejumlah wilayah Kota Medan selain mendapat apresiasi juga sebaliknya mendapat protes dari masyarakat.Salah satunya di Kompleks Asrama Polri/Jalan Sakura I,Kelurahan Tanjung Selamat,Kecamatan Medan Tuntungan.

Imbas keberatan warga ini karena pengerjaan drainase itu selain tidak memperhatikan alur pembuangan air juga hanya sampai pertengahan kawasan Jalan Sakura I tidak diteruskan hingga ke Jalan Bunga Sakura Raya sebagai jalur parit besar.

Akibat hal ini bila hujan turun air akan mengenangi kawasan Jalan Sakura I dan sekitarnya hingga mengenangi halaman rumah anggota DPRD Medan,Daniel Pinem yang tinggal dikawasan itu.” Pembangunan drainase ini untuk apa dilakukan kalau hanya sampai ditengah jalan tidak diteruskan ke jalan besar.Sia-sia uang miliaran dibuang begitu saja,belum lagi alur airnya tidak diketahui.Jadi kalau hujan disini ( Jalan Sakura I,red) kami jadi kebanjiran,” keluh Ginting,mewakili salah seorang warga ,Minggu ( 17/12).

Hal yang sama juga dikatakan,Rina,salah seorang ibu rumah tangga yang harus kesulitan berjalan bila kawasan itu sudah tergenang. “ Dari depan atau Asrama Polri dibangun drainase,tapi malah putus ditengah bangunan.Dan air tak tahu mau dibuang kemana,tapi ada pula yang membangun tembok yang selama ini untuk air mengalir jadi kalau sudah hujan sudah membuang semuanya ke jalan,” keluhnya.

Bahkan,aksi protes warga ini pun telah diterima anggota DPRD Medan,Daniel Pinem saat melakukan pertemuan dengan warga dikediamanya.” Bukan hanya warga yang protes saya sebagai wakil mereka pun sangat-sangat kecewa sekali.Bukan kita tidak menerima pembangunan kita terima,tapi proses pengerjaan yang dilakukan kontraktornya harusnya matang.Ini dikerjakan pembangunan drainase,tapi mentoknya diseberang rumah saya pula tidak dilanjutkan ,” kesalnya.

Sambung,Daniel,kekesalnya juga tidak terlepas adanya pembangunan tembok yang dilakukan salah satu kompleks pribadi yang menghambat pembuangan air.” Disisi kiri rumah kita terdapat tanah kosong yang telah dibelah untuk membuang air yang datang dari atas (Asrama Polri,red) bila hujan turun yang selama ini tidak ada masalah apa pun,tapi akibat kurang pahamnya pengerjaan awal drainase sekarang jalur bagian ujung sudah ditembok perumahan pribadi.Jadi air yang datang sekarang tumpah ke jalan,” ucapnya.

Politisi PDI Perjuang itu,berharap agar Pemko Medan dalam hal ini Dinas PU dapat segera membenahi pembangunan drainase hingga membuka akses pembuangan air dengan merubuhkan tembok bangunan komples pribadi. “ Kita desak benahi seluruhnya termasuk kesedian Pemko Medan membebaskan persil tanah kosong yang selama bertahun-tahun dijadikan sebagai jalur jalanya air hingga merubuhkan tembok perumahan agar kawasan ini tidak tergenang,” tegasnya.