Pemko Medan Diminta Giat Raih PAD

0
155

Medan,-Pemerintah Kota (Pemko) Medan diharapkan mampu secara bertahap mengatasi dasar pembangunan. Diantaranya peningkatan dan perbaikan infrastruktur, pembangunan kawasan lingkar luar, peningkatan manajemen lalulintas, sarana/prasarana pendidikan, kesehatan serta peningkatan kualitas pelayanan umum lainnya.

Hal ini dikatakan Juru Bicara Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan Drs Godfried Efendi Lubis MM.

“Sesuai tema pembangunan kota Medan tahun 2018 maka secara umum, keseluruhan belanja daerah tersebut diprioritaskan oleh Pemko Medan,” ungkap Anggota Dewan yang duduk di D DPRD Medan.

Fraksi Gerindra lanjut Godfried mengharapkan Pemko Medan harus lebih giat lagi dalam upaya pencapaian
Pendapatan Dan Daerah (PAD) secara maksimal. Meskipun adanya penurunan PAD Kota Medan dibandingkan tahun 2017 tersebut.

Pemko Medan harus mempunyai strategi jitu dan tepat guna mencapai sasaran, dan Pemko Medan harus mampu mengimplementasikan ke masyarakat mulai adanya penyelesaian atau finalisasi pembangunan dari segi infrastruktur, drainase, serta peningkatan mutu pendidikan, kesehatan dan lain lain.

Pada peningkatan dan perbaikan infrastruktur menurut Godfried masyarakat mengetahui beberapa bulan terakhir Pemko Medan sedang gencar-gencarnya memperbaiki dan membangun drainase di setiap sudut jalan dengan menambah kedalaman dan lebarnya drainase-drainase itu untuk menambah volume air yang akan ditampung.

Namun menurut Godfried pembangunan itu tidak membuahkan hasil yang signifikan dalam mengaliri air, dan mencegah genangan air yang memang sudah menjadi permasalahan ketika hujan deras mengguyur kota Medan.

Fraksi Gerindra berharap proyek perbaikan drainase ini bukan merupakan proyek yang gagal karena sejak tahun 2016 hingga tahun 2017 Pemko Medan sudah mengeluarkan anggaran triliunan rupiah untuk perbaikan infrastruktur.

Dimana untuk proyek saluran drainase, pada tahun  2016 dinas pekerjaan umum (PU) kota Medan menggelontorkan dana lebih dari Rp 220 miliar. Sementara pada 2017 dinas PU mengalokasikan anggaran lebih dari Rp 313 miliar.

Ini semua menjadi koreksi bersama semua pihak dalam penanganan banjir dan pembangunan drainase di Kota Medan, agar anggaran yang telah di gelontorkan untuk setiap proyek pembangunan di kota Medan lebih bermanfaat dan tidak menciptakan opini publik bahwa pembangunan drainase yang dilakukan kota medan merupakan pembangunan yang sia sia.

Karena memasuki musim penghujan drainase tidak berfungsi dengan baik dan tetap menciptakan genangan air di jalanan dan akhirnya masyarakat akan memberikan cap pembangunan drainase di Kota Medan sebagai presentatif proyek gagal karena tidak memiliki perencanaan yang baik, ungkap Godfried.(dna/mdn)